Selain PPPK Paruh Waktu, pada kesempatan yang sama Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, juga melantik 11 pejabat administrator dan 21 pejabat fungsional. Prosesi pelantikan meliputi pengambilan sumpah/janji jabatan serta penyerahan Surat Keputusan (SK).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Cianjur, Akos Koswara, menjelaskan bahwa ribuan PPPK Paruh Waktu yang resmi dilantik berasal dari berbagai sektor strategis pelayanan publik.
“Iya semua ada. Namun memang dari pendidikan paling banyak, kemudian dari kesehatan dan tenaga teknis lainnya,” ujar Akos Koswara kepada wartawan usai pelantikan.
Dengan bertambahnya PPPK Paruh Waktu tersebut, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Cianjur kini mengalami peningkatan signifikan. Namun demikian, Akos menyebutkan bahwa Pemkab Cianjur masih perlu melakukan penyesuaian dan penghitungan lebih lanjut terkait kebutuhan riil ASN.
“Jumlah total PNS itu kurang lebih sekitar 7.000, PPPK 8.000, dan paruh waktu 7.000. Jadi kita memiliki ASN itu sekarang sebanyak 22.000. Terkait kekurangannya, nanti kita hitung dulu. Ini kan harus disesuaikan dengan jumlah kebutuhan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan bahwa pelantikan 7.007 PPPK Paruh Waktu ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga dengan dilantiknya PPPK Paruh Waktu ini dapat melayani masyarakat dengan sepenuh hati, menjunjung profesionalitas serta integritas. Karena semua kegiatan kita sepenuhnya hanya untuk masyarakat, tidak ada yang lain,” tegasnya.
Terkait masih besarnya kebutuhan tenaga honorer di Kabupaten Cianjur, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Cianjur akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan menunggu kebijakan lanjutan yang berlaku.
“Nanti kita akan menyesuaikan ketentuan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat, karena kita selalu berkonsultasi mengenai ketentuan-ketentuan yang baru dan ter-update,” pungkasnya.
Usai pelantikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan Karnaval Budaya bertajuk “Lengkah ka Jaman Anyar.” Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan arak-arakan kuda kosong, mobil hias yang menampilkan beragam budaya dari berbagai daerah di Indonesia, serta ditutup dengan panggung hiburan rakyat di Lapangan Joglo Cianjur.
