-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Saat ODGJ Lebih Peduli Sampah: Teguran Sunyi untuk Warga Kota

Jumat, 19 Desember 2025 | 06.58 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-27T02:23:43Z
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mendampingi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membersihkan sampah liar, di Jalan Brigjen Sutopo, Mangkubumi, Tasikmalaya, Rabu (17/12/2025). /Kontributor /Koran Pikiran Rakyat


Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) binaan Yayasan Mentari Hati menggelar aksi bersih-bersih lingkungan dengan menyisir sampah liar di sejumlah titik wilayah Kota Tasikmalaya, Rabu (17/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi sosial yang melibatkan berbagai pihak lintas sektoral.

Dalam pelaksanaannya, para ODGJ didampingi langsung oleh pengurus Yayasan Mentari Hati, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur karang taruna. Selain itu, dukungan juga datang dari SPTL Bekasi Kementerian Sosial Republik Indonesia yang turut memberikan bantuan alat kebersihan dan ikut memungut sampah di lokasi kegiatan.

Ketua Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi, mengatakan bahwa program peduli lingkungan tersebut telah berjalan sejak tahun 2020. Namun, pelaksanaannya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini sudah berjalan tujuh kali. Ini rutin dua hari sekali, di Jalan Letjen Mashudi. Sekarang di Gubernur Sewaka dan sekitar Pasar Cikurubuk,” kata Dadang.

Menurut Dadang, aktivitas di luar ruangan seperti bersih-bersih lingkungan memberikan dampak positif bagi perkembangan kesadaran dan kondisi psikologis para ODGJ binaannya. Ia menilai, kegiatan tersebut mampu membuat mereka lebih ceria dan produktif.

“Jangan sampai mereka hanya merenung saja di ruangan gak karuan. Ternyata ini bagus, di yayasan juga ada terapi musik, kemudian diajak ke kebun bercocok tanam, dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Saat ini, Yayasan Mentari Hati membina sebanyak 258 warga binaan yang berasal dari berbagai daerah. Dalam setiap kegiatan lapangan, Dadang menyebut sedikitnya lima orang ODGJ selalu dilibatkan secara bergantian.

Melalui kegiatan tersebut, Dadang juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Buat masyarakat, tolong sadarlah. Masa gak malu sama ODGJ? ODGJ saja sudah peduli sama sampah, masa sih orang waras, orang normal gak bisa ngasih contoh yang baik,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektoral

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Budy Rachman, menyampaikan bahwa aksi peduli lingkungan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral, termasuk dukungan dari SPTL Bekasi Kementerian Sosial RI.

“Alhamdulillah, kami dibantu SPTL Bekasi dari Kemensos. Jadilah kegiatan yang cukup kompak, kita juga dibantu Dinkes untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada sobat jiwa,” kata Budy.

Dukungan yang diberikan meliputi berbagai perlengkapan seperti sepatu bot, topi, kaos tangan, cangkul, sekop, serta alat kebersihan lainnya untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan peserta kegiatan.

Kepala Bidang Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, menambahkan bahwa volume sampah liar di lokasi pembersihan tergolong sangat tinggi, khususnya di Jalan Brigjen Sutopo, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.

“Kita sudah beberapa kali ngangkut sampah di sini, di jalur ini memang paling parah TPS liarnya. Kita sudah sampaikan informasi bahwa ini trotoar bukan tempat pembuangan sampah,” ujar Feri.

Ia juga menyebutkan bahwa DLH secara rutin menurunkan armada pengangkut sampah liar di lokasi tersebut sebanyak tiga kali dalam sepekan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Aksi sosial ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi para ODGJ binaan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat luas tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.



Sumber: Koran Pikiran Rakyat, 18 Desember 2025
×
Berita Terbaru Update