![]() |
| Foto: Ilustrasi/AI |
Akses utama penghubung antar desa di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, hingga kini masih tertutup material longsor. Petugas gabungan bersama warga setempat terus berupaya membuka jalur tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Bencana longsor ini dipicu cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan Cianjur dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya, sejumlah titik jalan tertimbun tanah dan bebatuan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Camat Cidaun Gagan Rusganda mengatakan cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur selama dua hari terakhir mengakibatkan bencana alam longsor terjadi di 17 titik di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, dimana sebagian besar menutup jalan penghubung antar desa dan sawah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu itu berdampak cukup luas terhadap aktivitas warga. Jalan utama penghubung antar desa sepanjang total sekitar 750 meter terputus di 14 titik, menyebabkan mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian terganggu.
"Longsor di belasan titik terjadi di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, menutup landasan jalan dan area persawahan warga sedangkan di desa lain masih dalam pendataan karena jarak tempuh yang sulit dilalui kendaraan membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya mengutip Antara, Minggu (29/3).
Upaya penanganan saat ini masih dilakukan secara manual. Hal tersebut dikarenakan akses menuju lokasi longsor cukup sulit dilalui kendaraan besar, termasuk alat berat. Akibatnya, warga bersama aparat setempat terpaksa menggunakan peralatan sederhana untuk membersihkan material longsoran.
Dia menjelaskan, penanganan dilakukan dengan alat seadanya karena akses di belasan titik longsor sulit dilalui kendaraan besar pengangkut alat berat, sehingga warga dari sejumlah kampung bergotong-royong membuka kembali akses yang terputus.
Petugas gabungan yang terdiri dari unsur kecamatan, pemerintah desa, TNI/Polri, hingga relawan terus dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan jalan. Material longsor berupa tanah dan bebatuan disingkirkan secara bertahap agar jalur dapat segera dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Masyarakat bersama petugas gabungan terdiri dari aparat kecamatan, desa, TNI/Polri, dan relawan, berupaya menyingkirkan material longsor yang menutup landasan jalan dengan harapan dapat dilalui kendaraan agar aktifitas kembali normal.
Pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui BPBD untuk meminta penanganan lebih lanjut. Diharapkan, bantuan alat berat dapat segera diturunkan guna mempercepat pembukaan akses yang terputus.
Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke Pemkab Cianjur, melalui BPBD Cianjur dengan harapan penanganan cepat dapat dilakukan terutama di jalan penghubung antar desa yang terputus agar dapat dilalui kendaraan.
Selain itu, laporan kerusakan juga telah disampaikan ke dinas terkait agar perbaikan jalan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tidak mudah terdampak longsor susulan.
Termasuk melaporkan kerusakan jalan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, agar dapat dilakukan perbaikan dan penanganan secara tuntas, sehingga saat terjadi longsor susulan tidak menutup landasan jalan.
Tidak hanya berdampak pada akses jalan, longsor juga mengancam permukiman warga. Tercatat sekitar 15 rumah berada dalam kondisi rawan terdampak jika terjadi longsor susulan.
"Bencana alam di Desa Cibuluh selain menutup jalan utama penghubung antar desa, membuat sekitar 15 rumah warga terancam sehingga warga diminta siaga dan waspada segera mengungsi ketika longsor kembali terjadi," katanya.
Hingga kini, proses pendataan masih terus dilakukan oleh pihak kecamatan sambil menunggu tim dari BPBD Cianjur turun langsung ke lokasi. Data sementara menunjukkan sekitar 8 hektare lahan persawahan ikut tertimbun material longsor.
"Bahkan hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan sambil menunggu petugas dari BPBD Cianjur, dimana data sementara bencana alam akibat cuaca ekstrem membuat jalan penghubung antar desa terputus dan sekitar 8 hektare sawah tertimbun longsor," katanya.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Warga diminta segera mengungsi ke tempat aman jika melihat tanda-tanda longsor.
"Kami meminta warga di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, serta jeli membaca tanda alam segera mengungsi ketika hujan deras dengan intensitas tinggi kembali turun," katanya.
Tags
Info Cianjur
