Di tengah hamparan sawah yang hijau di wilayah utara Kabupaten Cianjur, berdiri sebuah bangunan tua yang tetap kokoh melawan waktu. Bendungan Cisuruh di Desa Sukarama seakan menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah, sejak masa kolonial hingga kini masih memberi kehidupan bagi para petani di kawasan Cihea. Di balik aliran air yang tenang, tersimpan kisah tentang teknologi masa lalu, kerja keras, serta pengorbanan manusia yang jarang diketahui generasi sekarang.
Video ini mengulas keberadaan Bendungan Cisuruh yang dibangun pada akhir abad ke-19 pada masa kolonial Belanda. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari sistem irigasi Cihea yang dirancang dengan teknologi maju pada zamannya, termasuk terowongan air dan jembatan udara yang melintasi medan berat. Berlokasi di Desa Sukarama, bendungan ini hingga kini masih berperan penting mengairi ribuan hektar sawah di wilayah Cianjur, menjadikannya salah satu penopang utama sektor pertanian masyarakat setempat.
Namun di balik kemegahannya, pembangunan bendungan ini juga menyimpan kisah pilu. Sejumlah pekerja pada masa itu dikabarkan meninggal dunia akibat wabah malaria yang melanda kawasan proyek. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan infrastruktur sering kali dibayar dengan pengorbanan besar.
Warisan sejarah ini bukan hanya tentang bangunan tua, tetapi juga tentang bagaimana sebuah wilayah yang dahulu gersang perlahan berubah menjadi lumbung padi yang subur. Karena itu, menjaga dan merawat peninggalan sejarah seperti Bendungan Cisuruh menjadi bagian penting dari menghargai perjalanan panjang Cianjur.
Tonton video ini sampai selesai untuk mengetahui kisah lengkapnya. Jangan lupa subscribe, like, comment, dan share agar semakin banyak orang mengenal sejarah lokal yang berharga ini.
Ikuti terus informasi terbaru seputar Cianjur dan sekitarnya hanya di Teras Muda Cianjur.