-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bentrokan Pelajar dan Anak Punk di Cilaku Cianjur, Satu Orang Alami Luka Berat

Selasa, 10 Maret 2026 | 06.18 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-09T23:18:49Z
Foto: Ilustrasi/ AI


Insiden bentrokan antara sekelompok pelajar dan kelompok anak punk terjadi di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Peristiwa yang berlangsung pada Kamis (5/3) sekitar pukul 15.00 WIB tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam.

Keributan yang terjadi di sekitar lampu merah lalu lintas itu sempat membuat warga sekitar dan pengguna jalan terkejut. Beberapa saksi menyebut situasi sempat memanas sebelum akhirnya berujung pada aksi saling serang antar-kelompok.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, perselisihan bermula saat sekitar 26 oknum pelajar dari STM AMS berhadapan dengan sekelompok anak punk di lokasi kejadian.

Ketegangan berlanjut menjadi kontak fisik ketika korban melintas di area tersebut. Korban yang diketahui mengenal kelompok anak punk itu kemudian ikut terlibat dalam perselisihan, hingga memicu aksi saling serang antar-kelompok.

Dalam bentrokan tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 10 pelajar yang membawa senjata tajam. Akibatnya, korban terkena sabetan senjata tajam yang menyebabkan luka bacok pada bagian tangan. Korban segera dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, membenarkan adanya laporan tindak kekerasan tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan.

“Kami sudah menerima laporan atas kejadian tersebut. Saat ini pihak kepolisian sedang mendalami perkara ini dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi para pelaku,” ujar AKP Isep Sukmana.

Hingga saat ini, jajaran kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengejar para pelaku pembacokan.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak berwenang.
×
Berita Terbaru Update