Kerusakan yang terjadi pada bagian dinding rumah yang dilaporkan terkelupas serta mengalami retakan yang cukup lebar setelah guncangan terasa di wilayah tersebut. Akibat kondisi tersebut, pemilik rumah bersama tiga anggota keluarganya terpaksa mengungsi sementara demi keselamatan.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat mengatakan gagal langsung melakukan penanganan serta pendataan setelah menerima laporan adanya dampak gempa di wilayah perbatasan Cianjur dan Sukabumi.
Menurutnya, selain melakukan asesmen terhadap bangunan yang rusak, petugas dan relawan BPBD juga masih menyisir sejumlah wilayah lain yang melaporkan merasakan guncangan yang cukup kuat pada dini hari tersebut.
“Petugas dan relawan BPBD masih melakukan pendataan dan penyisiran di sejumlah wilayah perbatasan Cianjur-Sukabumi yang merasakan getaran gempa cukup kencang sebanyak dua kali pada dini hari tadi,” kata Asep.
Ia menambahkan, masyarakat diimbau tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi gempa susulan.
“Kami berharap tidak ada lagi bencana namun kami mohon warga tetap siaga dan waspada jangan panik ketika terjadi bencana terutama gempa, segera cari tempat aman untuk berlindung,” tuturnya dikutip dari Antara.
Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Sesar
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00.36 WIB. Episentrum gempa berada di darat, sekitar delapan kilometer arah tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman hanya lima kilometer.
Gempa pemahaman hal tersebut dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Cianjur, Sukabumi hingga Bandung Barat.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang Hartanto menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
“Gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang Hartanto lewat keterangan tertulis pasca gempa.
Sementara itu, Wakil Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono menyebut sumber gempa kemungkinan besar berasal dari salah satu segmen Sesar Cimandiri.
“Analisis saya Nyalindung-Cibeber,” katanya dalam keterangan yang diumumkannya secara terpisah.
Getaran Terasa Hingga Bandung Barat
BMKG mencatat intensitas guncangan gempa di wilayah Cianjur berada pada skala II hingga III MMI. Artinya getaran dirasakan cukup nyata oleh sebagian warga di dalam rumah, seperti adanya kendaraan besar yang melintas.
Sementara itu, wilayah Sukabumi mengalami intensitas yang lebih kuat hingga skala IV MMI. Pada tingkat ini, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang baik di dalam maupun luar rumah serta dapat menyebabkan benda-benda di dalam rumah bergetar, jendela berderik, bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan.
Getaran terkuat yang dilaporkan terjadi di wilayah Nyalindung dengan intensitas IV MMI.
Di beberapa wilayah Sukabumi seperti Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy, Cihamerang, Mekarjaya, Cianaga hingga Cianaga, guncangan tercatat pada skala III hingga IV MMI.
Sedangkan di sejumlah daerah lain seperti Pelabuhan Ratu, Cimahi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, hingga Bogor, gempa yang dirasakan pada skala II MMI atau hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda ringan yang bergoyang.
Selain di Cianjur, laporan dari media sosial juga menyebutkan adanya kerusakan bangunan di Kampung Cileunyi, Kabupaten Bandung. Sebuah rumah kontrakan dilaporkan mengalami kerusakan dan menyebabkan satu orang mengalami luka.
Gempa Kedua Dalam Sepekan
Gempa yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut merupakan guncangan kedua yang dirasakan masyarakat Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026 pukul 02.18 WIB, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 juga mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Gempa tersebut berpusat di laut pada jarak sekitar 121 kilometer arah tenggara Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 53 kilometer.
BMKG menyebut gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi atau penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
Pada peristiwa itu, intensitas guncangan terkuat juga tercatat mencapai skala IV MMI di wilayah Sukabumi.
Hingga saat ini, BPBD Cianjur masih terus melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada tambahan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa yang terjadi dinihari tersebut.
