-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Cianjur Tak Rekomendasikan Jalur Puncak II untuk Mudik Lebaran 2026, Ini Alasannya

Rabu, 04 Maret 2026 | 20.09 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T13:09:07Z



Polres Cianjur, tidak merekomendasikan jalur Puncak II untuk dilalui pemudik pada Lebaran 2026. Keputusan ini diambil setelah dilakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah jalur utama dalam rangka persiapan pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, Ajun Komisaris Polisi Aang Suhandi, mengatakan hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi jalur Puncak II belum layak dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

"Jalur Puncak II di sejumlah titik terdapat landasan jalan rusak dan terjadi penyempitan di sejumlah jembatan, serta minim sarana dan prasarana penunjang, seperti rambu dan penerangan jalan umum," katanya di Cianjur, Selasa.

Selain kerusakan jalan dan minimnya fasilitas pendukung, pihaknya juga mencatat adanya titik penyempitan akibat bencana longsor yang belum tertangani secara maksimal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian wilayah Cianjur.

Ia mencatat di jalur Puncak II terdapat penyempitan jalan akibat bencana longsor yang belum mendapat penanganan sehingga dapat terjadi longsor susulan seiring cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur.
Untuk itu, Satlantas belum dapat merekomendasikan jalur Puncak II untuk dilalui pemudik dengan sepeda motor atau mobil saat musim mudik Lebaran tahun 2026.

Sebagai alternatif, kepolisian menyarankan pemudik untuk menggunakan jalur utama Puncak atau jalur Jonggol–Cianjur yang dinilai lebih memungkinkan untuk dilintasi, meskipun masih memerlukan sejumlah perbaikan.

Namun, untuk jalur alternatif Jonggol-Cianjur dinyatakan layak dilalui dengan catatan penambahan rambu dan penerangan jalan umum (PJU).

"Kami menyarankan pengendara atau pemudik dengan tujuan kota/kabupaten di Jabar, Jateng dan Jatim melintas di jalur utama Puncak atau melalui jalur alternatif Jonggol-Cianjur, dengan catatan ada penambahan rambu dan PJU yang masih minim," katanya.

Pihak Satlantas juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat perbaikan serta penambahan PJU yang rusak di sepanjang jalur alternatif tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, M Iqbal Safarudin, memastikan pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan menjelang mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur M Iqbal Safarudin mengatakan jajarannya sedang melakukan persiapan dan kesiapan menjelang mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 2026, termasuk memperbaiki PJU dan menambah rambu di sejumlah jalur mudik.

Bahkan, pihaknya sudah melakukan inventarisasi perlengkapan penunjang jalan di jalur utama Cianjur, termasuk memasang papan peringatan di jalur rawan kecelakaan dan bencana mulai dari wilayah utara, selatan dan jalur alternatif Jonggol.

"Kami upayakan perbaikan dan penambahan dapat tuntas sebelum H-10 lebaran atau paling telat H-7 lebaran, sehingga saat dilalui pemudik seluruh jalur utama Cianjur sudah layak serta aman dan nyaman," katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Cianjur dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
×
Berita Terbaru Update