-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Video Dugaan Transaksi Obat Keras di Puncak Cianjur Viral, Polisi Amankan Empat Orang

Jumat, 13 Maret 2026 | 09.28 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-13T02:28:58Z


Sebuah video yang menampilkan dugaan transaksi obat keras di kawasan Puncak , Kabupaten Cianjur , Jawa Barat , viral di media sosial dan memicu keresahan warga. Peristiwa tersebut disebut terjadi di trotoar Jalan Raya Puncak , Kecamatan Pacet .

Dalam rekaman video yang tersebar luas, terlihat seorang pria mengenakan topi duduk di sebuah kursi yang ditempatkan di atas trotoar. Beberapa remaja tampak datang secara bergantian dan diduga melakukan transaksi pembelian obat keras dari pria tersebut.

Video tersebut direkam oleh warga sekitar dan kemudian menyebar di berbagai platform media sosial. Kejadian ini pun langsung menjadi sorotan masyarakat, terutama karena diduga terjadi saat bulan Ramadhan , ketika aktivitas masyarakat sedang meningkat.

Warga sekitar mengaku khawatir aktivitas tersebut dapat merusak lingkungan sosial, terutama bagi generasi muda. Dugaan transaksi obat keras secara terbuka di ruang publik dinilai sangat meresahkan dan berpotensi memicu fokus obat-obatan di kalangan remaja.

Menyanggapi viralnya video tersebut, Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi memastikan langsung bergerak cepat informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan peredaran obat-obatan terlarang tersebut.

"Sekali lagi jangan ragu untuk memberikan informasi. Alhamdulillah kami juga telah melakukan beberapa penindakan. Orangnya silakan dicek, saat ini sudah berada di tahanan Mako Polres Cianjur," ujar Alexander, Kamis (12/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas yang melanggar hukum, khususnya yang berkaitan dengan peredaran obat keras.

“Insyaallah jangan ragu, kami siap menerima informasi apa pun, apalagi yang memang menjadi tugas pokok kami dalam ranah penegakan hukum. Pilihannya simpel, apakah akan melalui hari kemenangan Lebaran nanti di sel Mako Polres Cianjur atau berlebaran di tengah keluarga,” katanya.

Alexander mengungkapkan bahwa hingga saat ini polisi telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran obat keras tersebut. Dari tangan para pelaku yang tak terduga, petugas juga menyita ratusan butir obat keras sebagai barang bukti.

“Yang diamankan sampai malam itu ada empat orang dengan ratusan butir barang bukti berupa obat-obatan keras,” ungkapnya.

Menurut Alexander, para pelaku yang diamankan diduga merupakan pedagang kecil yang memperoleh pasokan obat melalui sistem penjualan yang terputus secara berani, sehingga rantai distribusi tidak langsung terhubung antara penjual dan pemasok utama.

"Mereka adalah pedagang kecil yang membeli secara sel terhubung melalui online. Sekali lagi kami memiliki kemampuan untuk melacak siapa yang berada di atasnya. Mohon doa semoga kami bisa mengungkap lebih lanjut," tutupnya.

Saat ini, jajaran Polres Cianjur masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para pelaku tak terduga. Polisi juga tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran obat keras yang diduga beroperasi di kawasan Puncak dan wilayah sekitarnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari peredaran obat-obatan terlarang, terutama di kawasan wisata seperti Puncak yang sering dikunjungi wisatawan.
×
Berita Terbaru Update