Banjir dan longsor di Campaka Cianjur rusak rumah dan rendam ratusan hunian, warga diminta waspada cuaca ekstrem.
Berdasarkan laporan sementara, lima desa di Kecamatan Campaka terdampak cukup serius, yakni Desa Wangunjaya, Karyamukti, Mekarjaya, Susukan, dan Campaka. Selain itu, banjir juga merendam permukiman di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tersebut. Luapan sungai menyebabkan air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian rata-rata mencapai 50 sentimeter.
“Bencana alam longsor dan banjir kembali terjadi di wilayah Kecamatan Campaka dan Cibeber. Petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan cepat, rata-rata ketinggian air 50 sentimeter merendam perkampungan karena luapan sungai,” katanya mengutip Antara, Senin (27/4).
Data yang dihimpun menunjukkan lebih dari 100 rumah terdampak banjir di Kecamatan Campaka. Sementara di Desa Karangnunggal, sekitar 30 rumah turut terendam. Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan berat maupun warga yang harus mengungsi dari wilayah tersebut.
Kerusakan justru terjadi akibat longsor, terutama di Desa Wangunjaya. Material tanah yang bergerak menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan sedang, dua lainnya rusak ringan, dan 12 rumah berada dalam kondisi terancam. Tidak hanya itu, akses jalan penghubung antar desa juga tertutup material longsoran, sehingga aktivitas warga sempat terganggu.
Di sisi lain, total terdapat sembilan jiwa yang terpaksa mengungsi sementara akibat kondisi rumah yang tidak aman untuk ditempati. Warga yang terdampak kini masih membutuhkan perhatian, terutama terkait keselamatan dan kebutuhan dasar.
Pasca hujan reda, upaya penanganan langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Damkar Cianjur, PMI, serta relawan. Mereka bersama warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur, sampah, dan material banjir yang menumpuk di lingkungan permukiman.
Situasi saat ini mulai berangsur kondusif, namun potensi bencana susulan masih tetap diwaspadai. Mengingat curah hujan tinggi masih kerap terjadi, terutama pada sore hingga malam hari di wilayah Cianjur.
BPBD Cianjur pun mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam.
“Segera mengungsi ketika melihat tanda alam, terutama ketika hujan deras dengan intensitas lebih dari dua jam pada malam hari,” katanya.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak bencana di lapangan.
.png)
COMMENTS