Heboh di Cianjur, Metode “Mandi Godog” Diklaim Sembuhkan Penyakit hingga Gangguan Sihir
Praktik ini dilakukan di Padepokan Lahir Batin yang berlokasi di Kampung Cikole, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Metode pengobatan tersebut menjadi sorotan karena prosesnya yang terbilang tidak biasa, yakni memandikan pasien di dalam drum berisi air hangat yang dipanaskan menggunakan tungku, menyerupai proses merebus.
Dalam praktiknya, pasien akan dimasukkan ke dalam drum berisi air yang suhunya dinaikkan secara bertahap selama 10 hingga 20 menit. Setelah sesi pertama, pasien akan menjalani pijat tubuh, kemudian kembali menjalani proses mandi rebus untuk kedua kalinya. Setelah selesai, pasien dipersilakan untuk berganti pakaian kering.
Pimpinan Padepokan Lahir Batin, Idim Dimyati, mengakui bahwa metode yang diterapkannya memang tergolong ekstrem, namun ia menegaskan bahwa proses tersebut tetap dalam batas aman.
"Memang cara pengobatannya dengan direbus. Makanya disebutnya mandi godog atau mandi rebus. Tapi tidak direbus dalam air mendidih, melainkan mandi pakai air hangat secara langsung di druk air yang dipanaskan oleh tungku gas," ujar dia belum lama ini.
Idim mengungkapkan bahwa metode tersebut telah ia pelajari sejak sekitar 25 tahun lalu dari gurunya di wilayah Bayah, Banten. Berbekal ilmu tersebut, ia kemudian membuka praktik pengobatan di Cianjur.
"Setelah belajar beberapa bulan, saya coba buka praktik sendiri di Cianjur dengan metode rebus ini," kata dia.
Menurutnya, terapi mandi rebus memiliki manfaat untuk membantu relaksasi tubuh, melancarkan peredaran darah, serta mempercepat proses pemulihan berbagai penyakit. Tidak hanya itu, metode ini juga diklaim dapat membantu pasien yang mengalami gangguan non-medis seperti sihir.
Untuk kasus tertentu, seperti dugaan terkena sihir, air rebusan akan ditambahkan garam. Idim menjelaskan bahwa reaksi pasien bisa berbeda-beda saat menjalani terapi tersebut.
"Kalau yang kena sihir, kan kita sembuhkan pakai air laut. Salah satunya dengan ditambahkan garam. Reaksinya berbeda, tergantung dari jenis sihirnya," kata dia.
Ia menambahkan, selama proses berlangsung, pasien juga akan dibacakan ayat-ayat tertentu sebagai bagian dari terapi spiritual.
"Saat direbus akan dibacakan ayat penangkal sihir. Setelahnya juga. Jadi sebenarnya sama dengan rukyah, tapi metodenya mandi rebus," kata dia.
Meski kerap dikaitkan dengan hal mistis, Idim menegaskan bahwa metode yang diterapkannya memiliki dasar yang bisa dijelaskan secara logis, baik dari sisi agama maupun ilmiah.
"Kan jelas direbus ini untuk relaksasi tubuh. Bahkan setelahnya ada metode setrum, dimana mengalirkan listrik ke tubuh. Memicu reaksi otot agar tidak kaku. Jadi tidak mistis," jelasnya.
Padepokan yang telah berdiri sejak tahun 2000 tersebut sempat ramai dikunjungi pasien, bahkan dalam sehari bisa mencapai puluhan orang. Namun kini jumlah pasien cenderung berkurang karena metode tersebut telah diajarkan kepada banyak orang di berbagai daerah.
"Kalau sekarang tidak banyak. Karena saya ajarkan metode pengobatan ini ke banyak orang, sehingga pasiennya tersebar," kata dia.
Menariknya, dalam praktik pengobatan ini tidak ditetapkan tarif khusus. Pasien hanya diminta memberikan biaya seikhlasnya, bahkan bagi yang tidak mampu tidak dikenakan biaya sama sekali.
"Seikhlasnya saya bayarnya, kalau memang tidak mampu saya gratiskan tidak usah bayar sepeserpun. Karena tujuannya membantu agar bisa sembuh dengan seizin yang Maha Penyembuh," kata dia.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam memilih metode pengobatan, terutama yang berkaitan dengan kondisi kesehatan serius. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah utama agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

COMMENTS