Kompetisi ITECH Season 9 di Bandung dorong pelajar SMA/SMK ciptakan inovasi AI aplikatif untuk solusi nyata di lingkungan sekolah.
Kehadiran AI Center Bandung sebagai bagian dari dewan juri memberikan warna tersendiri dalam proses penilaian. Bersama akademisi dari STMIK LIKMI, kolaborasi ini menghadirkan pendekatan yang tidak hanya menilai dari sisi teori dan teknis, tetapi juga menekankan pada relevansi solusi dalam konteks dunia nyata.
Dewan juri terdiri dari Djajasukma Tjahjadi, S.E., M.T. selaku Wakil Ketua I, Dhanny Setiawan, S.T., M.T. selaku Kepala UP Prodi Teknik Informatika, serta Lusia Elsa Dika Damayanty, Business and Community Lead Telkom AI Connect Bandung. Sinergi antara akademisi dan praktisi industri ini memberikan sudut pandang yang lebih komprehensif terhadap karya para peserta.
Dalam sesi presentasi, setiap tim tidak hanya memaparkan ide, tetapi juga menunjukkan implementasi model AI yang mereka bangun menggunakan platform seperti Teachable Machine. Hal ini menjadi bukti bahwa teknologi AI kini semakin mudah diakses dan dapat dipelajari bahkan oleh pelajar tingkat sekolah menengah.
Penilaian difokuskan pada sejumlah aspek penting, mulai dari kreativitas ide, relevansi solusi terhadap permasalahan yang diangkat, hingga potensi pengembangan di masa depan. AI Center Bandung secara khusus menyoroti bagaimana peserta mampu memanfaatkan AI sebagai alat pemecah masalah yang sederhana namun berdampak.
Berbagai isu diangkat oleh peserta, mulai dari perundungan di sekolah, kesehatan siswa, kebersihan lingkungan, hingga pengembangan keterampilan komunikasi. Menariknya, para pelajar menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam merespons pertanyaan juri, sekaligus menggambarkan pemahaman mereka terhadap penerapan AI secara praktis.
Dari seluruh peserta, tiga tim terbaik berhasil mencuri perhatian dewan juri. SMA Santa Angela Bandung meraih posisi juara dengan inovasi AI Teachable Machine for Public Speaking, yang dirancang untuk membantu siswa melatih kemampuan berbicara di depan umum melalui analisis gestur dan ekspresi.
Sementara itu, SMA Santo Aloysius Bandung menghadirkan solusi Bullying Detector, sebuah sistem berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi potensi perundungan sebagai langkah preventif menciptakan lingkungan belajar yang aman. Di posisi berikutnya, SMKN 1 Cimahi menawarkan Tracker Konsumsi, yang bertujuan memantau pola makan siswa guna mendukung gaya hidup sehat.
Lusia Elsa Dika Damayanty, Business and Community Lead AI Connect Bandung, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas ide para peserta. “Yang paling menarik dari kompetisi ini adalah bagaimana siswa mampu melihat AI bukan sebagai sesuatu yang rumit, tetapi sebagai alat bantu yang bisa mereka latih sendiri untuk menyelesaikan masalah di sekolah. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran AI yang aplikatif sangat efektif untuk membangun pemahaman sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ide-ide yang muncul menunjukkan pola pikir solutif yang biasanya ditemukan pada level mahasiswa atau bahkan startup tahap awal.
Partisipasi AI Center Bandung dalam ajang ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem talenta AI di Indonesia. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan seperti ini, para pelajar tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga wawasan industri yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan inovasi mereka ke tahap yang lebih matang.
Ajang ITECH Season 9 pun menjadi bukti bahwa potensi inovasi di bidang AI tidak hanya tumbuh di lingkungan profesional atau perguruan tinggi, tetapi juga mulai berkembang pesat di kalangan pelajar. Dari ruang kelas, ide-ide besar mulai lahir menjadi sinyal positif bagi masa depan teknologi Indonesia.
.jpg)
.jpg)
COMMENTS