Kata Bijak Sunda: "Ngajaga Omongan Leuwih Hese Tibatan Ngajaga Perasaan"

SHARE:

Menjaga ucapan lebih sulit daripada menjaga perasaan. Simak makna, dampak, dan pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sosial.



Di tengah kehidupan sosial yang semakin cepat dan penuh tekanan, menjaga ucapan menjadi sesuatu yang sering terlupakan. Banyak orang mudah berbicara tanpa memikirkan dampaknya, baik dalam percakapan langsung maupun di media sosial. Padahal, satu kalimat yang terucap tanpa pertimbangan bisa meninggalkan luka yang jauh lebih lama dibandingkan rasa kecewa sesaat.

Ungkapan Sunda, “Ngajaga omongan leuwih hese tibatan ngajaga perasaan,” memiliki makna yang sangat dalam. Menjaga ucapan memang tidak semudah menjaga emosi pribadi. Dibutuhkan kesadaran, pengendalian diri, empati, dan kebijaksanaan agar setiap kata yang keluar tidak melukai orang lain.

Ucapan Memiliki Kekuatan Besar

Dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata bukan sekadar suara yang keluar dari mulut. Ucapan memiliki kekuatan untuk membangun semangat, mempererat hubungan, bahkan memberi harapan. Namun sebaliknya, ucapan juga bisa menghancurkan rasa percaya diri, merusak persahabatan, memicu konflik, dan meninggalkan trauma emosional.

Psikolog klinis menyebut bahwa luka emosional akibat perkataan kasar atau merendahkan dapat membekas dalam jangka panjang, terutama jika terjadi berulang kali. Kata-kata negatif dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang, termasuk rasa percaya diri dan kondisi emosionalnya.

Tidak sedikit hubungan keluarga, pertemanan, bahkan rumah tangga retak bukan karena masalah besar, tetapi karena ucapan yang tidak dijaga. Kalimat yang dianggap “sekadar bercanda” oleh satu pihak bisa menjadi luka mendalam bagi pihak lain.

Mengapa Menjaga Ucapan Itu Sulit?

Menjaga ucapan terasa sulit karena manusia sering berbicara mengikuti emosi sesaat. Ketika marah, kecewa, iri, atau tersinggung, seseorang cenderung mengeluarkan kata-kata tanpa dipikirkan terlebih dahulu.

Di era digital, tantangan itu semakin besar. Media sosial membuat orang lebih mudah berkomentar secara spontan tanpa melihat ekspresi lawan bicara secara langsung. Akibatnya, banyak komentar kasar, hinaan, ujaran kebencian, hingga perundungan verbal yang dianggap biasa.

Padahal, menurut penelitian dalam bidang komunikasi interpersonal, kemampuan mengontrol ucapan merupakan bagian dari kecerdasan emosional. Orang yang mampu menjaga lisannya biasanya memiliki tingkat empati dan kedewasaan sosial yang lebih baik.

Menahan diri untuk tidak berkata kasar, tidak menyindir berlebihan, dan tidak menyebarkan perkataan yang menyakitkan membutuhkan latihan mental yang tidak mudah. Karena itulah menjaga ucapan sering kali lebih sulit daripada sekadar menjaga perasaan sendiri.

Tidak Semua yang Dipikirkan Harus Diucapkan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah anggapan bahwa kejujuran harus disampaikan secara mentah tanpa mempertimbangkan cara penyampaian. Padahal, menyampaikan kebenaran tetap membutuhkan etika dan empati.

Ada perbedaan besar antara berkata jujur dengan berkata menyakitkan. Kalimat yang benar sekalipun bisa melukai jika disampaikan dengan nada merendahkan atau emosi yang tidak terkendali.

Bijak dalam berbicara bukan berarti berpura-pura atau tidak jujur. Namun, seseorang perlu memahami kapan waktu yang tepat untuk berbicara, bagaimana cara menyampaikan pendapat, dan apakah ucapan tersebut akan memberi manfaat atau justru memperburuk keadaan.

Pepatah lama mengatakan, “Mulutmu harimaumu.” Artinya, ucapan seseorang bisa menjadi penyebab keselamatan maupun kehancurannya sendiri.

Dalam Islam, Menjaga Lisan Sangat Dianjurkan

Dalam ajaran Islam, menjaga lisan merupakan salah satu bentuk akhlak yang sangat penting. Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk berbicara baik atau memilih diam.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.”

Pesan tersebut menunjukkan bahwa ucapan bukan hal sepele. Islam mengajarkan agar setiap perkataan membawa manfaat, bukan menyakiti atau menimbulkan permusuhan.

Ghibah, fitnah, hinaan, dan perkataan kasar termasuk perilaku yang dilarang karena dapat merusak hubungan antar manusia. Menjaga lisan juga menjadi bentuk penghormatan kepada sesama.

Luka karena Ucapan Sering Tidak Terlihat

Luka fisik mungkin bisa sembuh dalam hitungan hari atau minggu. Namun luka batin akibat ucapan kadang bertahan bertahun-tahun. Banyak orang masih mengingat kata-kata menyakitkan yang pernah diterimanya, bahkan sejak masa kecil.

Ucapan orang tua, pasangan, teman, atau lingkungan sekitar dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Karena itu, penting untuk memahami bahwa setiap kata memiliki dampak psikologis.

Kalimat sederhana seperti meremehkan, membandingkan, atau mempermalukan seseorang di depan umum bisa meninggalkan rasa sakit yang tidak terlihat.

Ironisnya, pelaku sering lupa apa yang diucapkannya, tetapi korban terus mengingatnya.
Belajar Menjaga Ucapan di Kehidupan Sehari-hari

Menjaga ucapan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti:

  1. Berpikir sebelum berbicara.
  2. Menghindari kata-kata kasar saat marah.
  3. Tidak menyebarkan gosip atau fitnah.
  4. Mengurangi komentar negatif di media sosial.
  5. Mengutamakan empati saat memberi kritik.
  6. Belajar mendengarkan sebelum merespons.

Seseorang yang mampu menjaga lisannya biasanya lebih dihormati dalam lingkungan sosial. Ucapannya terasa menenangkan, tidak memancing konflik, dan mampu membangun hubungan yang sehat.

Penutup

Menjaga ucapan memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesadaran, kesabaran, dan pengendalian diri agar kata-kata yang keluar tidak menjadi sumber penyesalan di kemudian hari.

Ucapan yang baik bisa menjadi penyejuk hati, sementara ucapan buruk dapat meninggalkan luka mendalam. Karena itu, penting untuk memahami bahwa tidak semua yang dipikirkan harus diucapkan, dan tidak semua kebenaran harus disampaikan dengan cara yang menyakitkan.

Pada akhirnya, menjaga lisan bukan hanya tentang menghormati orang lain, tetapi juga menjaga martabat diri sendiri.

Sebab kata-kata yang keluar dari mulut sering kali menjadi cerminan kualitas seseorang.







Referensi

  • Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim tentang menjaga lisan.
  • Daniel Goleman, Emotional Intelligence, Bantam Books.
  • American Psychological Association (APA) – kajian tentang dampak verbal abuse terhadap kesehatan mental.
  • Artikel kesehatan mental dan komunikasi interpersonal dari berbagai sumber psikologi umum terpercaya.

COMMENTS

$type=three$tbg=rainbow$count=6$space=0$m=0$sn=0$rm=0$ico=1$cate=0

Nama

Asal Usul,125,Berita Nasional,219,Biografi,49,Bisnis,66,Entertainment,61,Fokus Ramadan,29,Galeri Foto,7,Hidayah,57,Info Cianjur,1098,Info Jabar,163,Jalan Jajan,94,Kesehatan,46,Komunitas,8,Kuliner,28,Motivasi & Inspirasi,83,Ngopi Berita,5,Olah Raga,144,Opini,23,Pangeran Biru,117,Seni Budaya,28,Teknologi,57,Teras Muda TV,62,Urang Sunda,84,
ltr
item
Teras Muda Cianjur: Kata Bijak Sunda: "Ngajaga Omongan Leuwih Hese Tibatan Ngajaga Perasaan"
Kata Bijak Sunda: "Ngajaga Omongan Leuwih Hese Tibatan Ngajaga Perasaan"
Menjaga ucapan lebih sulit daripada menjaga perasaan. Simak makna, dampak, dan pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sosial.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGYNnaHG-Y7C103x68NenK3L6pagWFny1_qw7mNK_5As0eH0LTnEUtXeED75GmWoDj7VEWQjJwbPsRBZZrBw3_99YzME8yFIwMjSLz1tFqAhyphenhyphen02uBnrVeDaKNM899JCdruIq5G-Y5DenhdAaj5NCuAJj53yFBjtzsCVIcbYbbgXitS5ztyB9h19Wp6Eto/s16000/Website%20TMC%20(68).png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGYNnaHG-Y7C103x68NenK3L6pagWFny1_qw7mNK_5As0eH0LTnEUtXeED75GmWoDj7VEWQjJwbPsRBZZrBw3_99YzME8yFIwMjSLz1tFqAhyphenhyphen02uBnrVeDaKNM899JCdruIq5G-Y5DenhdAaj5NCuAJj53yFBjtzsCVIcbYbbgXitS5ztyB9h19Wp6Eto/s72-c/Website%20TMC%20(68).png
Teras Muda Cianjur
https://www.terasmudacianjur.com/2026/04/kata-bijak-sunda-ngajaga-omongan-leuwih.html
https://www.terasmudacianjur.com/
https://www.terasmudacianjur.com/
https://www.terasmudacianjur.com/2026/04/kata-bijak-sunda-ngajaga-omongan-leuwih.html
true
1322746406275443861
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content