Jelajahi Cianjur di pagi hari dengan berjalan kaki dari Tugu Lampu Gentur hingga Taman Kreatif Joglo. Nikmati suasana kota, kuliner murah, hingga cata
Perjalanan kami dimulai dari Tugu Lampu Gentur, sebuah titik ikonik yang kerap menjadi penanda aktivitas warga di pagi hari, terutama saat Minggu pagi. Dari sini, langkah kaki diarahkan menyusuri Jalan Ir. H. Juanda—jalur yang sedikit menurun, membuat langkah terasa lebih ringan dan santai.
Deretan Kuliner dan Trotoar yang “Hidup”
Sepanjang Jalan Ir. H. Juanda, suasana terasa hidup meski hari masih pagi. Deretan tempat makan dan spot nongkrong berjajar rapi di sisi jalan. Trotoar di jalur ini tergolong cukup baik dan nyaman, dihiasi pohon-pohon kelapa kecil yang dibalut lampu. Jika malam tiba, cahaya lampu tersebut menghadirkan suasana estetik yang menarik untuk sekadar berjalan santai atau berburu foto.
Namun, ada catatan penting yang tak bisa diabaikan. Beberapa kendaraan, terutama mobil, masih terlihat parkir di badan jalan bahkan hingga ke trotoar. Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan pejalan kaki, bahkan memaksa mereka turun ke jalan. Sebuah pekerjaan rumah yang masih perlu dibenahi agar ruang pedestrian benar-benar ramah bagi semua.
Belok ke Oto Iskandar Dinata II: Antara Potensi dan Risiko
Perjalanan berlanjut saat kami tiba di pertigaan dan berbelok ke kanan menuju Jalan Oto Iskandar Dinata II. Di titik ini, kondisi trotoar menyisakan perhatian serius. Tepat di area belokan, terdapat beberapa saluran air (got) yang terbuka tanpa penutup.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pejalan kaki—terutama di malam hari saat visibilitas terbatas. Selain kata “mencelakai”, istilah yang lebih tepat untuk menggambarkan situasi ini adalah berisiko mencederai atau membahayakan keselamatan pengguna jalan. Hal kecil seperti ini, jika dibiarkan, bisa berdampak besar.
Bubur Ayam Rp5.000: Magnet Pagi Hari
Tak jauh dari titik tersebut, aroma sedap langsung menarik perhatian. Sebuah lapak bubur ayam dengan harga hanya Rp5.000 per porsi sudah dipadati pembeli sejak pagi. Fenomena ini menjadi bukti bahwa kuliner sederhana tetap punya tempat istimewa di hati warga.
Keramaian di titik ini memberikan warna tersendiri dalam perjalanan. Interaksi hangat antar pembeli dan penjual, antrean yang tertib, hingga obrolan ringan khas warga menjadi potret kehidupan pagi Cianjur yang autentik.
Menyusuri Jejak Leluhur di Gang Pasarean
Langkah kaki kemudian membawa kami masuk ke Gang Pasarean. Di kawasan ini terdapat makam-makam para leluhur Cianjur—tempat yang menyimpan nilai sejarah dan spiritual. Meski hanya melintas, suasana di gang ini terasa lebih hening dan penuh penghormatan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Jalan Masjid Agung Cianjur, jalur yang menjadi penghubung menuju pusat kota dan kawasan ikonik lainnya.
Tugu Tauhid dan Arah ke Alun-Alun
Kami melanjutkan perjalanan ke Jalan Siti Jenab—jalan yang tidak terlalu panjang, namun cukup strategis. Di ujungnya terdapat pertigaan penting: jika lurus, akan langsung menuju gerbang Alun-Alun Cianjur.
Tepat di pertigaan tersebut berdiri Tugu Tauhid Cianjur, simbol filosofis yang kuat bagi masyarakat Cianjur. Tugu ini bukan sekadar landmark, tetapi juga representasi nilai spiritual yang melekat dalam kehidupan warga.
Jalan Siliwangi: Wajah Modern dan Ruang Publik
Perjalanan berlanjut ke Jalan Siliwangi, salah satu ruas jalan utama yang memperlihatkan wajah modern kota. Di sini berdiri megah Kantor Bupati Cianjur, menjadi pusat pemerintahan sekaligus landmark penting.
Sepanjang area ini tersedia bangku-bangku yang bisa dimanfaatkan warga untuk bersantai, berbincang, atau sekadar menikmati suasana kota. Saat sore hingga malam, kawasan ini berubah menjadi pusat aktivitas warga—mulai dari berburu kuliner hingga tempat nongkrong santai.
Menariknya, fasilitas umum di sini cukup mendukung kebutuhan modern, termasuk titik pengisian daya (charging station) untuk ponsel. Sebuah sentuhan kecil yang sangat relevan di era digital.
Penutup di Joglo: Ruang Kreatif Warga
Langkah kaki kami akhirnya sampai di kawasan Toserba Joglo dan Taman Kreatif Joglo. Area ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga, khususnya generasi muda, untuk berkumpul, berekspresi, dan berkreasi.
Bagi wargi yang penasaran dengan kondisi terbaru Taman Kreatif Joglo, cerita lengkapnya akan kami hadirkan di video selanjutnya.
Catatan Perjalanan: Antara Potensi dan Pembenahan
Jalan kaki pagi di Cianjur bukan sekadar aktivitas olahraga ringan, tetapi juga cara menikmati denyut kehidupan kota dari dekat. Dari kuliner kaki lima hingga ruang publik modern, semuanya berpadu dalam satu perjalanan.
Namun di balik itu, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi—mulai dari parkir liar di trotoar hingga saluran air terbuka yang membahayakan. Dengan perbaikan yang konsisten, bukan tidak mungkin Cianjur akan menjadi kota yang semakin ramah bagi pejalan kaki.
Karena pada akhirnya, kota yang baik bukan hanya yang indah dilihat, tetapi juga nyaman untuk dilangkahi.

COMMENTS