Kisah inspiratif Bripka Bayu, polisi di Cianjur rela menempuh perjalanan jauh demi mengajar anak-anak di pelosok melalui program Police Goes to School
Sejak tahun 2022, Bripka Bayu rutin mengajar di Madrasah MI Al-Jihad yang berlokasi di Kampung Gunung Jantung, Desa Leuwikoja. Sekolah tersebut berada di wilayah terpencil dengan berbagai keterbatasan, termasuk minimnya tenaga pendidik. Kondisi inilah yang mendorongnya untuk turun langsung membantu proses belajar mengajar.
Melalui program Police Goes to School, ia mengambil peran sebagai pengajar sukarela dengan fokus pada pelajaran Bahasa Inggris dasar. Kehadirannya bukan sekadar mengisi kekosongan guru, tetapi juga membuka wawasan baru bagi para siswa agar lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Awalnya saya tergerak karena sekolah itu kekurangan guru dan lokasinya berada di desa binaan saya. Saya merasa harus membantu pendidikan di sana agar anak-anak di kampung minimal mengenal bahasa inggris dan memiliki kualitas SDM yang kompetitif,” ujar Bripka Bayu, Kamis (16/4/2026).
Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal mudah. Dari Mapolsek Mande, ia harus menempuh waktu hampir dua jam dengan kondisi jalan yang cukup sulit. Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berbagi ilmu.
Dalam sepekan, Bripka Bayu mengajar sebanyak dua kali. Meski begitu, ia tetap mengutamakan tugas utamanya sebagai anggota kepolisian. Jika ada jadwal pengamanan atau tugas mendadak, kegiatan mengajar terpaksa ditunda. Namun ia selalu berupaya mengganti waktu tersebut agar proses belajar 33 siswa di MI Al-Jihad tetap berjalan.
Tak hanya mengajar, kontribusinya juga terlihat dalam upaya peningkatan fasilitas sekolah. MI Al-Jihad yang sebelumnya belum memiliki akses listrik, kini sudah teraliri berkat inisiatifnya bersama dukungan dari jajaran Polres Cianjur. Meski masih ada kekurangan seperti belum tersedianya fasilitas MCK yang memadai, langkah tersebut menjadi awal perubahan yang signifikan.
Kehadiran Bripka Bayu disambut hangat oleh masyarakat setempat. Bagi warga Desa Leuwikoja, ia bukan hanya aparat keamanan, melainkan sosok inspiratif yang peduli terhadap masa depan anak-anak mereka.
Dedikasi yang ditunjukkan Bripka Bayu menjadi gambaran nyata peran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra yang mendorong kemajuan sosial, khususnya di bidang pendidikan.
Melalui langkah sederhana namun berdampak besar ini, ia berharap anak-anak di pelosok tetap memiliki mimpi dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik, meski harus tumbuh dalam segala keterbatasan.

COMMENTS