SPSL peringati Hari Kartini 2026 dengan dorong kesetaraan gender, kepemimpinan inklusif, dan peran strategis perempuan di perusahaan.
Upaya tersebut tidak berdiri sendiri. SPSL turut menyelaraskan langkahnya dengan kampanye “Perempuan Danantara: Berkarya”, sebuah gerakan yang mengangkat peran perempuan sebagai pilar penting pembangunan. Kampanye ini menekankan bahwa kontribusi seseorang ditentukan oleh kualitas karya dan dampak yang dihasilkan, bukan oleh latar belakang gender.
Saat ini, komposisi pekerja perempuan di SPSL telah mencapai sekitar 37 persen dari total sumber daya manusia. Angka tersebut menjadi indikator bahwa keterlibatan perempuan semakin meningkat, sekaligus menjadi pijakan bagi perusahaan untuk terus memperluas kesempatan yang setara di berbagai lini.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi krusial dalam mendorong arah bisnis perusahaan ke depan.
“Pekerja perempuan di SPSL terus menunjukkan kapasitasnya sebagai talenta yang tangguh, adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan perspektif strategis dalam pengambilan keputusan. Kami berkomitmen untuk memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, SPSL secara konsisten menerapkan kebijakan Respectful Workplace Policy. Kebijakan ini menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi rasa saling menghormati, bebas dari diskriminasi, serta mendukung pertumbuhan profesional seluruh karyawan.
Tidak hanya dari sisi kebijakan, perusahaan juga menghadirkan berbagai program pengembangan diri. Dalam peringatan Kartini tahun ini, SPSL menggelar kegiatan NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) dengan tema “Perempuan Cerdas dan Berkarakter di Kepemimpinan Era Digital”. Program ini menghadirkan kelas etiket profesional serta beauty class yang mengangkat pentingnya penampilan yang rapi, segar, dan elegan untuk menunjang kepercayaan diri di lingkungan kerja.
Salah satu pekerja perempuan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Metta Rajendra Dewi, mengungkapkan pengalamannya selama bekerja di lingkungan perusahaan yang inklusif.
“Saya merasakan bahwa perusahaan memberikan ruang yang terbuka bagi perempuan untuk berkembang, belajar, dan mengambil peran yang lebih besar. Hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Dewi kembali menekankan bahwa nilai-nilai yang diwariskan oleh sosok Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan dalam dunia kerja modern saat ini.
“Semangat Kartini mengingatkan kita bahwa kemajuan lahir dari keberanian untuk berdaya dan berkarya. SPSL akan terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif, sehingga perempuan dapat mengambil peran strategis dan memberikan dampak nyata bagi perusahaan maupun masyarakat,” tutupnya.
Dengan mengusung semangat kesetaraan dan inklusivitas, SPSL percaya bahwa masa depan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan ruang yang adil bagi seluruh talenta untuk tumbuh dan berkontribusi secara maksimal.
.jpg)
COMMENTS