KA Sangkuriang Bandung–Ketapang resmi beroperasi. Tempuh 16 jam, tiket ludes di hari pertama, okupansi tembus 235%.
Peluncuran perdana dilakukan langsung dari Stasiun Bandung, menandai langkah strategis KAI dalam memperluas jaringan transportasi darat yang menghubungkan wilayah Jawa Barat hingga ujung timur Pulau Jawa.
Perjalanan Panjang 16 Jam, Tembus 6 Daerah Operasi
KA Sangkuriang dijadwalkan berangkat dari Bandung pukul 14.45 WIB dan tiba di Ketapang pukul 06.52 WIB keesokan harinya. Total waktu tempuh mencapai 16 jam 7 menit dengan jarak sekitar 1.002 kilometer.
Sepanjang perjalanan, kereta ini melintasi enam wilayah operasional, yakni Daop 2 Bandung, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, hingga Daop 9 Jember.
Rute panjang ini menjadi salah satu jalur kereta api terpanjang di Indonesia yang menghubungkan berbagai kota penting di Pulau Jawa.
Kapasitas 456 Penumpang, Hadirkan Beragam Kelas
KA Sangkuriang membawa total 456 kursi yang terbagi dalam tiga kelas layanan:
- 3 kereta ekonomi (240 kursi)
- 4 kereta eksekutif (200 kursi)
- 1 kereta compartemen (16 kursi)
Untuk tarif, KAI menawarkan harga yang bervariasi sesuai kelas:
- Ekonomi mulai Rp450.000
- Eksekutif mulai Rp700.000
- Compartemen mulai Rp2.250.000
Pilihan ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat sesuai kebutuhan dan kenyamanan perjalanan.
Tiket Hari Pertama Ludes, Okupansi Tembus 235%
Antusiasme masyarakat terhadap layanan baru ini langsung terlihat pada hari pertama operasional. Sebanyak 1.076 tiket tercatat terjual, jauh melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Tingkat okupansi bahkan mencapai 235,9 persen, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap jalur langsung Bandung–Banyuwangi tanpa perlu transit.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyampaikan bahwa tingginya minat pelanggan menjadi bukti kebutuhan masyarakat terhadap layanan perjalanan langsung lintas wilayah yang nyaman, aman, dan efisien.
“KA Sangkuriang hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pelanggan yang menginginkan konektivitas langsung dari Bandung menuju berbagai kota besar di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Banyuwangi. Tingginya penjualan tiket pada hari pertama menunjukkan layanan ini sangat diminati masyarakat,” ujar Kuswardojo.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Tak hanya mempermudah mobilitas, kehadiran KA Sangkuriang juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah yang dilalui.
“Rute ini menghubungkan banyak destinasi unggulan. Mulai dari wisata belanja, kuliner, kawasan heritage, keindahan alam, wisata budaya, perdagangan, kawasan industri, metropolitan, wisata alam, hingga mendekati pelabuhan Ketapang sebagai gerbang menuju Bali,” tambahnya.
Beberapa destinasi populer yang kini semakin mudah dijangkau melalui jalur ini antara lain:
- Kawasan wisata di Bandung seperti Lembang dan Kawah Putih
- Budaya dan kerajinan di Tasikmalaya
- Wisata sejarah dan budaya di Yogyakarta
- Keraton dan kuliner khas Surakarta
- Akses wisata Bromo via Probolinggo
- Pesona alam Banyuwangi seperti Kawah Ijen
Selain itu, rute ini juga mempermudah akses menuju Pelabuhan Ketapang sebagai jalur penyeberangan ke Pulau Bali.
Alternatif Transportasi Jarak Jauh yang Efisien
Dengan hadirnya KA Sangkuriang, masyarakat kini memiliki opsi baru untuk perjalanan jarak jauh yang lebih nyaman, aman, dan ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi lainnya.
KAI berharap layanan ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan lintas provinsi tanpa repot, sekaligus memperkuat konektivitas nasional berbasis transportasi massal.
Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal dan pemesanan tiket, masyarakat dapat mengakses aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
COMMENTS