Razia perayaan Persib juara di Cianjur menjaring ratusan pelanggar, miras, sajam, hingga dugaan pengguna narkotika.
Operasi yang dipimpin jajaran Polres Cianjur itu menyasar sejumlah titik keramaian dan ruas jalan utama yang dipadati konvoi kendaraan usai perayaan kemenangan Persib. Polisi melakukan pemeriksaan kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan guna menjaga situasi tetap aman di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat perayaan berlangsung.
“Dalam kegiatan tadi ada ratusan warga yang terjaring razia. Banyak yang menggunakan knalpot tidak standar atau knalpot brong,” ungkap AKBP Akhmad saat memberikan keterangan.
Menurutnya, penggunaan knalpot brong menjadi salah satu pelanggaran yang paling banyak ditemukan selama operasi berlangsung. Selain menimbulkan kebisingan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi juga dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi memicu gangguan ketertiban umum.
Tak hanya pelanggaran lalu lintas, polisi juga menemukan sejumlah kasus lain yang dinilai lebih serius. Salah satunya ketika petugas menghentikan sebuah mobil dengan pelat nomor yang tidak sesuai dan menggunakan knalpot brong. Saat dilakukan pemeriksaan, aparat mendapati tiga orang di dalam kendaraan tersebut diduga berada dalam pengaruh minuman keras.
“Orang di dalam mobil tersebut diduga mengonsumsi miras, jadi dia mabuk, berjumlah tiga orang yang mencoba melarikan diri. Tak hanya itu, polisi juga menemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau di dalam kendaraan tersebut,” tuturnya.
Ketiga orang tersebut sempat berusaha kabur ketika hendak diperiksa, namun berhasil diamankan petugas. Dari hasil penggeledahan kendaraan, polisi menemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau yang disimpan di dalam mobil.
Selain itu, aparat juga mengamankan sejumlah warga yang kedapatan membawa minuman keras selama konvoi berlangsung. Polisi bahkan menemukan beberapa orang yang menunjukkan perilaku mencurigakan saat diperiksa.
“Termasuk ada juga yang membawa miras. Bahkan ada beberapa yang saat diperiksa jawabannya tidak nyambung, sehingga terindikasi mengonsumsi narkotika atau obat keras tertentu,” tambahnya.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak yang dicurigai berada di bawah pengaruh narkotika maupun obat keras tertentu. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Dalam operasi tersebut, polisi turut menindak penggunaan kendaraan niaga seperti truk dan pikap yang digunakan untuk mengangkut banyak orang saat konvoi kemenangan Persib. Penggunaan kendaraan terbuka untuk mengangkut penumpang dinilai membahayakan keselamatan dan berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang masyarakat merayakan kemenangan tim kebanggaan mereka, namun seluruh kegiatan tetap harus memperhatikan keselamatan, keamanan, dan ketertiban umum.
Selain penindakan, polisi juga melibatkan fungsi Binmas untuk memberikan pembinaan kepada para pelanggar, terutama remaja dan pengendara di bawah umur agar tidak mengulangi pelanggaran serupa di kemudian hari.
Seluruh kendaraan, barang bukti, dan para pelanggar yang terjaring razia selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

COMMENTS