Federico Barba resmi berpisah dengan Persib Bandung usai Super League 2025/2026. Bek asal Italia turut mengantar Maung Bandung juara.
Meski hanya memperkuat Persib selama satu musim, bek asal Italia tersebut berhasil meninggalkan kontribusi penting dalam perjalanan tim. Barba menjadi salah satu sosok yang turut membawa Maung Bandung mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Pencapaian tersebut menjadi catatan istimewa bagi Persib karena belum pernah diraih klub lain di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia. Dalam perjalanan menuju gelar tersebut, Federico Barba tampil sebagai salah satu pilar utama di lini pertahanan tim.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan pemain berusia 32 tahun tersebut selama membela Persib.
"Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan untuk PERSIB. Dalam waktu yang relatif singkat, Barba mampu menunjukkan kualitas, karakter, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini. Ia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama," ujar Adhitia.
Federico Barba bergabung dengan Persib pada awal musim 2025/2026 setelah menyelesaikan masa baktinya bersama FC Sion, klub yang berkompetisi di Swiss. Pemain kelahiran Roma, Italia, pada 1 September 1993 itu datang dengan pengalaman panjang di berbagai kompetisi Eropa.
Pengalaman tersebut membuatnya cepat beradaptasi dengan sepak bola Indonesia. Sejak awal musim, Barba langsung menjadi pilihan utama di sektor pertahanan dan menunjukkan konsistensi permainan sepanjang kompetisi berlangsung.
Berdasarkan catatan musim 2025/2026, pemain bernomor punggung 93 itu tampil dalam 28 pertandingan Super League. Tidak hanya kokoh dalam menjaga lini belakang, Barba juga memberikan kontribusi produktif dengan mencetak lima gol, sebuah pencapaian yang cukup menonjol untuk seorang pemain bertahan.
Selain tampil di kompetisi domestik, Barba juga menjadi bagian dari perjuangan Persib di level internasional. Ia mencatatkan tujuh penampilan di ajang AFC Champions League Two dan membantu tim bersaing menghadapi klub-klub dari berbagai negara Asia.
Keberadaan Barba di dalam skuad tidak hanya memberikan dampak dari sisi teknis permainan. Pengalaman panjang yang dimilikinya turut menghadirkan mentalitas kompetitif dan kepemimpinan yang membantu tim menghadapi berbagai tantangan selama satu musim penuh.
Persib menilai kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan klub pada musim yang berakhir dengan pencapaian bersejarah. Karena itu, meski kerja sama telah berakhir, kenangan dan kontribusi sang pemain akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Maung Bandung.
Adhitia juga menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk perjalanan karier Barba selanjutnya.
"Kami mendoakan Federico Barba senantiasa diberikan kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar PERSIB dan turut menorehkan sejarah yang akan selalu dikenang. Pintu PERSIB akan selalu terbuka untuk para pemain yang telah memberikan hati dan dedikasinya bagi klub ini," kata Adhitia.
Perpisahan ini menandai berakhirnya satu babak dalam perjalanan Federico Barba bersama Persib Bandung. Meski singkat, kebersamaan tersebut berhasil menghasilkan prestasi besar yang akan selalu dikenang oleh klub maupun Bobotoh.
Nama Federico Barba kini tercatat sebagai bagian dari skuad yang mengantarkan Persib Bandung menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara liga tiga musim berturut-turut, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Maung Bandung dan para pendukungnya.
.png)
COMMENTS