Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertamax Green Rp17.000, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Pertalite serta Biosolar Tetap
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Penyesuaian harga ini diumumkan Pertamina setelah dilakukan evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa keputusan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.
Menurutnya, keputusan tersebut juga telah melalui koordinasi dengan pemerintah selaku regulator sebelum diterapkan kepada masyarakat.
Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green diputuskan berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator, dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Roberth menyampaikan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujar Roberth.
Meski terjadi kenaikan pada dua produk BBM non-subsidi tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan tetap aman di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di Indonesia.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," katanya.
Pertamina juga menegaskan bahwa penyesuaian harga kali ini hanya berlaku untuk Pertamax dan Pertamax Green. Produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Untuk kategori bensin beroktan tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual dengan harga Rp20.750 per liter. Sementara untuk produk diesel non-subsidi, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.
Di sisi lain, BBM bersubsidi masih dipasarkan dengan harga yang sama. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bersubsidi masih berada pada harga Rp6.800 per liter.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi resmi terkait harga BBM melalui kanal komunikasi perusahaan maupun aplikasi digital yang tersedia.
"Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," kata Roberth.
Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 10 Juni 2026
- Pertamax (RON 92): naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter (tetap)
Dex Series
- Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter (tetap)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter (tetap)
BBM Bersubsidi
- Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
- Biosolar: Rp6.800 per liter (tetap)

COMMENTS