Heboh sosok pocong diduga jadi modus curanmor di Nanggalamekar, Cianjur. Aksi terekam CCTV, warga kini giat ronda malam.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam Selasa, 1 Juni 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Informasi mengenai kejadian itu pertama kali diterima oleh Kepala Desa Nanggalamekar, Hilman, dari laporan warga setempat.
Menurut Hilman, saat itu Desa Nanggalamekar baru saja menggelar pembukaan festival desa. Setelah kegiatan selesai, seorang warga melaporkan adanya sosok yang menyerupai pocong di depan rumahnya.
"Kejadiannya pada malam Selasa, 1 Juni. Saat itu, kebetulan di Desa Nanggalamekar sedang berlangsung acara festival yang baru saja selesai dibuka. Sekitar pukul 23.00 WIB, saya mendapat laporan dari seorang warga. Kebetulan lokasi kejadian berada di kampung saya sendiri," kata Hilman melalui pesan suara kepada Teras Muda Cianjur. Jumat (5/6/2026)
Ia menjelaskan, warga yang melapor merupakan seorang perempuan yang saat itu hanya berada di rumah bersama anaknya karena sang suami sedang bekerja di luar kota.
"Warga tersebut mengatakan bahwa ada sosok pocong di depan rumahnya. Pelapor merupakan seorang perempuan yang saat itu sedang berada di rumah hanya bersama anaknya karena suaminya sedang tidak berada di rumah. Karena merasa takut, ia memotret sosok tersebut dari balik jendela," ujarnya.
Hilman menuturkan, sosok tersebut terlihat berada di dekat sebuah sepeda motor milik warga yang belum disimpan ke dalam rumah karena pemiliknya baru saja pulang dari acara.
"Sosok yang menyerupai pocong itu menghadap ke arah depan, tepat ke arah sebuah sepeda motor milik warga yang belum dimasukkan ke dalam rumah karena pemiliknya baru pulang dari acara. Diduga, pelaku sedang memperhatikan atau mengamati situasi. Apabila pemilik motor sudah tertidur, kemungkinan kendaraan tersebut akan diambil," katanya.
Namun, dugaan tersebut tidak sempat terwujud karena pemilik kendaraan keluar rumah untuk memasukkan motornya.
"Namun, pemilik motor keluar rumah tanpa menoleh ke belakang dan tidak menyadari bahwa di belakangnya ada sosok yang menyerupai pocong. Saat pemilik motor memasukkan kendaraannya, sosok tersebut langsung melarikan diri," lanjut Hilman.
Setelah menerima laporan dari warga, perangkat desa dan warga setempat langsung melakukan pengejaran terhadap sosok tersebut. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
"Informasi dari warga yang memotret kemudian diteruskan kepada suaminya yang sedang bekerja di luar kota. Selanjutnya, informasi tersebut disampaikan kepada mantan ketua RT, lalu diteruskan kepada saya. Saat itu juga kami langsung melakukan pengejaran. Namun, karena ada jeda beberapa menit sejak laporan diterima, pelaku tidak sempat terkejar," ujarnya.
Bahkan, pencarian sempat dilakukan selama sekitar satu jam di area sekitar lokasi kejadian.
"Kami bahkan sempat melakukan pencarian selama sekitar satu jam di sekitar lokasi kejadian. Karena di wilayah tersebut terdapat area perbukitan dan persawahan, pencarian cukup sulit dan pelaku tidak ditemukan," kata Hilman.
Keesokan harinya, warga memperoleh petunjuk baru melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi.
"Keesokan paginya, kami memperoleh informasi dari salah seorang warga yang memiliki kamera CCTV. Dari rekaman tersebut terlihat bahwa saat sosok pocong itu beraksi, terdapat dua sepeda motor yang menunggu di sekitar lokasi," ungkapnya.
Berdasarkan rekaman tersebut, diduga aksi itu tidak dilakukan seorang diri.
"Artinya, diduga ada tiga orang yang terlibat, dengan dua sepeda motor sebagai sarana mereka. Selain itu, kami juga menerima informasi bahwa sekitar pukul 02.00 WIB, sosok serupa kembali muncul di sekitar wilayah RW 11, atau di sebelah timur lokasi kejadian pertama," tuturnya.
Meski belum ada laporan kehilangan kendaraan bermotor akibat kejadian tersebut, warga kini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas di lingkungan mereka.
Hilman mengatakan, pascakejadian tersebut, kegiatan ronda malam kembali digiatkan oleh masyarakat sebagai langkah antisipasi.
"Dari kejadian tersebut aktivitas ronda makin digiatkan, setiap malam ronda," kata Hilman.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa. Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan modus pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan penyamaran menggunakan kostum menyerupai pocong tersebut.

COMMENTS