Bus EPA U18 Persib dilaporkan diserang di Rest Area Batang, Jawa Tengah. Kaca bus rusak, personel diduga mengalami kekerasan, dan barang hilang.
![]() |
| Kondisi bus tim EPA U18 Persib Bandung yang dilaporkan mengalami kerusakan dalam insiden di Batang, Jawa Tengah. Foto: Tangkapan layar video Instagram/@glengeje. |
Informasi awal mengenai kejadian ini disampaikan Glen Joshua melalui akun Instagram @glengeje pada Minggu (11/10/2026). Dalam video yang diunggahnya, Glen menyebut menerima telepon dari salah satu sumber yang mengabarkan dugaan penyerangan terhadap bus tim EPA U18 Persib saat perjalanan kembali menuju Bandung.
“Ternyata ada kabar yang lebih buruk dibandingkan dengan kabar Persib yang baru saja ditahan oleh Dewa United. Baru saja dapat telepon dari salah satu sumber yang mengatakan bahwa bus dari tim EPA U18 Persib Bandung yang baru saja dalam perjalanan menuju ke Bandung ini diserang oleh sejumlah supporter di kawasan rest area Batang, Jawa Tengah. Dan ada sejumlah kerusakan di dalam bus,” ujar Glen.
Dalam video tersebut, ia juga menyampaikan bahwa dokumentasi yang diterimanya memperlihatkan kaca bus pecah. Selain itu, terdapat laporan mengenai seorang ofisial yang mengalami luka pada bagian bibir akibat dugaan kekerasan.
“Tadi karena Gw dapat videonya dan di video tersebut terlihat kacanya pecah. Bahkan tadi ada salah satu official yang terlihat mengalami luka di bagian bibir karena diduga mengalami kekerasan. Dan tadi ada dua orang yang sempat tertinggal dari bus karena busnya tadi sempat pergi terlebih dahulu untuk bisa menyelamatkan diri,” lanjutnya.
Informasi tersebut kemudian berkembang melalui pemberitaan media pada Senin (12/10/2026), yang menyebut seorang personel Persib bernama Pandu Persada mengalami kekerasan fisik. Sejumlah koper milik ofisial dan tim EPA U18 juga dilaporkan hilang. Meski demikian, rincian mengenai seluruh kerusakan dan barang yang hilang masih perlu mengacu pada keterangan resmi pihak terkait.
Dua Personel Sempat Tertinggal
Dalam laporan lanjutan yang diterbitkan VISI.NEWS, insiden terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Pandu Persada, yang bertugas sebagai Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat untuk tim EPA U18, berada di lokasi bersama Ridwan, anggota tim Akademi Persib.
Keduanya dilaporkan sempat terpisah dari rombongan ketika berada di area toilet rest area dan berusaha kembali menuju bus. Bus rombongan kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu sehingga keduanya tertinggal di lokasi.
Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan berlindung di sebuah tempat tambal ban di area rest area untuk menghindari ancaman lebih lanjut. Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi dengan menumpang mobil milik orang tua salah satu pemain. Kenek bus rombongan juga dilaporkan berada di kendaraan tersebut.
Informasi ini memperjelas keterangan awal Glen yang menyebut dua orang tertinggal setelah bus meninggalkan lokasi. Namun, penanganan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan seluruh kronologi kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.
Terjadi Setelah Rangkaian Pertandingan di Solo
Insiden tersebut terjadi setelah Persib U18 menjalani rangkaian pertandingan tandang dalam kompetisi EPA One U18 musim 2026/2027 di Solo, Jawa Tengah.
Berdasarkan data pertandingan I.League, Persib U18 menghadapi Garuda United U18 pada 10 Oktober 2026 di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo. Pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.
Pada pertandingan berikutnya, Minggu (11/10/2026), Persib U18 kembali menghadapi Garuda United U18 dan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-3.
Setelah menjalani agenda pertandingan tersebut, rombongan melakukan perjalanan kembali menuju Bandung. Dalam perjalanan itulah insiden di Rest Area KM 360, Batang, dilaporkan terjadi.
Konteks pertandingan tersebut menjelaskan aktivitas tim sebelum kejadian. Namun, hasil pertandingan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan motif ataupun memastikan identitas pihak yang diduga melakukan penyerangan.
Persib Minta Kasus Diproses Melalui Jalur Hukum
Persib Bandung mengecam insiden yang menimpa rombongan EPA dan meminta agar perkara tersebut ditangani secara serius serta objektif melalui jalur hukum.
Dalam pernyataan yang dikutip VISI.NEWS pada Senin (12/10/2026), Persib menegaskan pentingnya mengungkap fakta dan memproses pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
“Persib memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak,” demikian pernyataan klub yang dikutip dalam pemberitaan tersebut.
Persib juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap personel yang terdampak berjalan dengan baik.
Meski pemberitaan menyebut adanya dugaan keterlibatan rombongan suporter yang sedang dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta, identitas pihak yang bertanggung jawab tetap harus dipastikan melalui proses penyelidikan. Penetapan pihak yang bersalah tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan informasi awal atau dokumentasi yang beredar di media sosial.
Persib U18 Dijadwalkan Hadapi PSIM Yogyakarta
Berdasarkan jadwal kompetisi I.League, Persib U18 selanjutnya dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta U18 pada 17 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Dwi Windu, Bantul, dengan masing-masing pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB.
Belum terdapat informasi yang memastikan apakah insiden di Batang akan memengaruhi persiapan tim menghadapi dua pertandingan tersebut.
Perkembangan penanganan kasus, kondisi personel yang terdampak, serta hasil penyelidikan aparat berwenang menjadi informasi yang perlu terus dipantau. Keselamatan pemain dan ofisial selama menjalani kompetisi maupun perjalanan antarkota menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan sepak bola nasional.

COMMENTS