![]() |
| Ilustrasi duel anak sekolah di Cianjur. (Foto: Ilustrasi hasil AI) |
Berdasarkan video berdurasi 49 detik yang beredar luas, terlihat dua siswa dari salah satu SMA swasta di Kecamatan Sindangbarang tergeletak di tanah dan dipukuli bertubi-tubi oleh dua siswa dari salah satu SMP negeri di Kecamatan Cibinong. Aksi kekerasan itu sempat terus berlangsung hingga perekam video yang awalnya menyuruh untuk melanjutkan pemukulan, tiba-tiba meminta agar duel dihentikan.
Kapolsek Sindangbarang AKP Dadang Rustandi membenarkan adanya peristiwa duel pelajar tersebut. Dari hasil penyelidikan, duel gladiator itu diketahui terjadi di Kampung Sedekan, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, pada Sabtu (17/1/2026) malam.
"Betul terjadi aksi duel pelajar, siswa SMP di Cibinong melawan siswa SMA di Sindangbarang," ujar AKP Dadang Rustandi, Selasa (20/1/2026).
Menurut Dadang, duel tersebut berawal dari ajakan siswa SMP asal Cibinong kepada siswa SMA di Sindangbarang. Setelah disepakati waktu dan lokasi, para pelajar tersebut kemudian bertemu dan melakukan duel.
"Yang ada di lokasi cukup banyak. Tapi yang duel hanya empat siswa," kata dia.
Namun, insiden tidak berhenti setelah duel selesai. Salah satu siswa SMP yang menggunakan sepeda motor justru menabrak siswa SMA yang berusaha melarikan diri usai kalah dalam duel.
"Salah satu siswa SMA ditabrak dari belakang oleh pelajar SMP menggunakan sepeda motor. Akibatnya siswa SMA itu mengalami luka serius, yakni patah tulang kaki kanannya," kata dia.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman dan akan memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam aksi duel tersebut.
"Kami terlebih dulu memanggil pihak sekolah dan orangtua dari pars siswa. saat ini yang sudah diketahui identitasnya ada tujuh orang, selebihnya masih ditelusuri," kata dia.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut masih berstatus anak, baik sebagai pelaku maupun korban.
"Karena status saksi, korban, bahkan pelaku semuanya anak, kami akan terapkan penegakan hukum sebagai jalan terakhir dengan menerapkan ketentuan dalam sistem peradilan anak," kata dia.
Pihak kepolisian mengimbau kepada sekolah, orangtua, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar guna mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa di kemudian hari.
