-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Miris di Bulan Ramadan, Peredaran Obat Terlarang di Puncak Cianjur Diduga Terjadi Terang-terangan di Trotoar

Jumat, 06 Maret 2026 | 18.14 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-06T11:14:24Z


Peredaran obat terlarang di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, diduga semakin berani dan dilakukan secara terang-terangan, bahkan pada momen bulan suci Ramadan. Aktivitas tersebut disebut tidak lagi menggunakan kios atau warung makan sebagai kamuflase, melainkan dilakukan langsung di area trotoar.

Salah satu kejadian yang menjadi sorotan terjadi di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Pacet. Dalam sebuah video yang beredar di masyarakat, terlihat seorang pria mengenakan topi duduk di tengah trotoar. Di sekelilingnya tampak sejumlah remaja, baik laki-laki maupun perempuan, yang diduga membeli obat terlarang dari pria tersebut.

Meski aktivitas transaksi tersebut disaksikan oleh sejumlah orang di sekitar lokasi, baik penjual maupun pembeli terlihat tidak merasa khawatir dan tetap melanjutkan transaksi.

Eneng (bukan nama sebenarnya), saksi yang berada di lokasi, mengaku awalnya ia bersama temannya berjalan di trotoar untuk menunggu waktu berbuka puasa. Namun saat beristirahat, ia justru melihat aktivitas yang diduga sebagai transaksi obat terlarang.

"Dikira memang sedang nongkrong di situ, karena kan yang pakai topi itu duduk pakai kursi. Tapi setelah diperhatikan, ternyata pria yang bertopi bawa paket berisi obat pada setiap yang beli," kata dia, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, meskipun lokasi tersebut berada di trotoar dan sedikit terhalang oleh rumput taman pembatas jalan, aktivitas transaksi tetap terlihat jelas oleh orang yang melintas.

"Jadi udah terang-terangan jualan saja itu. Tidak secara sembunyi-sembunyi atau yang kita tahu kan kamuflasenya jadi kios atau warung," kata dia.

Ia juga mengaku prihatin karena sebagian besar pembeli yang datang diduga masih berusia remaja.

"Ini yang miris, selama sejam saya di situ memperhatikan yang beli itu kebanyakan remaja. Dan ini di bulan Ramadan, tapi terjadi transaksi obat terlarang," kata dia.

Eneng berharap aparat penegak hukum segera melakukan penertiban dan penindakan terhadap peredaran obat terlarang di wilayah Kabupaten Cianjur yang dinilai semakin berani.

"Setahu saya obat-obatan merusak generasi muda. Makanya harus ditindak sampai ke akar-akarnya," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi terkait dugaan peredaran obat terlarang tersebut.

"Kita akan terus melakukan Penindakan. Bagi para pengedar bersiap untuk ditangkap dan lebaran di sel tahanan," kata dia.

Menurutnya, pemberantasan peredaran obat terlarang menjadi salah satu fokus Polres Cianjur selama bulan suci Ramadan.

"Bahkan dalam beberapa hari terakhir juga kami amankan sejumlah pelaku peredaran obat terlarang di Karangtengah. Dan kami akan tindak juga yang informasinya ada di lokasi lainnya," kata dia.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi penyalahgunaan narkoba maupun obat terlarang.

"Jauhi obat terlarang atau narkoba, jika menjadi penyalahgunaan siap-siap juga lebaran di tempat rehabilitasi," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update