-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Es Gabus Viral Lagi, Jajanan Jadul yang Bikin Nostalgia

Rabu, 28 Januari 2026 | 23.54 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T16:54:46Z
Es Gabus Jadul




Es Gabus adalah salah satu jajanan tradisional khas Indonesia yang memiliki tempat tersendiri dalam memori kuliner masyarakat. Makanan ini dikenal luas sebagai camilan jadul yang populer sejak era 80–90-an, kini kembali mencuri perhatian publik setelah viral di media sosial karena kontroversi yang menyertainya.

Apa Itu Es Gabus?

Secara sederhana, es gabus adalah makanan beku tradisional Indonesia yang terbuat dari campuran tepung dan santan (atau susu), kemudian dibekukan dan dipotong-potong sebelum disajikan. Meski tampak seperti es krim atau pudding warna-warni, es gabus memiliki tekstur unik — lembut, kenyal, dan sedikit berpori yang membuatnya digemari banyak orang dari berbagai generasi.

Istilah “gabus” tidak merujuk pada bahan spons atau busa seperti yang sempat beredar di media sosial, melainkan pada tekstur ringan dan pori-pori kecil yang mirip dengan gabus ketika digigit.
 
Sejarah dan Asal Usul

Meskipun tidak ada kesepakatan pasti tentang asal daerahnya, es gabus telah dikenal di berbagai bagian Indonesia sejak era 1970–1990-an sebagai salah satu jajanan yang sering dijual di depan sekolah, pasar, dan oleh pedagang keliling.

Beberapa sumber menyebutkan pengaruh budaya kuliner Tionghoa dalam perkembangan es gabus, terutama karena penggunaan tepung hunkwe (yang etimologinya berkaitan dengan istilah Tionghoa hún-kué).

Versi lokal lainnya, seperti yang ditemukan di Kalimantan Barat atau Kalimantan Selatan, menunjukkan bahwa makanan ini punya variasi di seluruh Nusantara dengan nama dan teknik pembuatan yang relatif serupa.
 
Bahan Utama dan Cara Pembuatan

Bahan Dasar

Es gabus menggunakan bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di pasaran, antara lain:

  1. Tepung hunkwe – bahan utama yang memberikan tekstur kenyal khas.
  2. Santan atau susu cair – memberi cita rasa gurih dan tekstur lembut.
  3. Gula pasir – sumber rasa manis.
  4. Pewarna makanan – untuk tampilannya yang menarik.
  5. Tambahan lain (opsional): garam, vanila, atau perisa tertentu.

Proses Pembuatan (Ringkas)

  • Campurkan tepung, santan/susu, gula, dan pewarna hingga rata.
  • Masak dengan api kecil sampai adonan mengental sambil terus diaduk agar tidak gosong.
  • Tuang adonan ke dalam loyang atau cetakan, lalu biarkan dingin dan bekukan di freezer.
  • Setelah beku, potong-potong sesuai selera dan sajikan dingin.

Cara pembuatan ini tergolong mudah dan dapat dilakukan di rumah, bahkan oleh mereka yang sama sekali bukan ahli kuliner.
 
Profil Nutrisi dan Manfaat Konsumsi

Secara umum, es gabus termasuk makanan ringan atau camilan yang energi-densitasnya cukup tinggi karena mengandung gula dan santan. Berikut gambaran perkiraan nutrisinya per porsi sedang:
 
Komponen Perkiraan Jumlah

  • Kalori ~100–150 kkal
  • Karbohidrat 20–30 g
  • Lemak 3–5 g
  • Protein 1–2 g
  • Serat Rendah

Karena kandungan gula cukup tinggi, konsumsi es gabus sebaiknya dilakukan secara moderat, terutama bagi anak-anak atau mereka yang sedang menjaga asupan gula.

Fenomena Viral dan Kontroversi Terbaru

Awal tahun 2026, es gabus kembali menjadi perbincangan publik setelah sebuah video viral yang menunjukkan seorang pedagang jajanan ini di Jakarta dituduh menjual produk dari spons atau busa (Polyurethane Foam). Tuduhan ini memicu reaksi luas di media sosial dan perhatian dari aparat keamanan.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim terkait, hasilnya menegaskan bahwa es gabus yang dijual dalam video tersebut aman, tidak mengandung bahan berbahaya, dan dibuat dari bahan pangan yang sah sesuai standar pembuatan makanan rakyat.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang literasi pangan di masyarakat luas — bahwa visual atau tekstur makanan saja tidak cukup untuk menilai keamanannya tanpa memahami bahan dan proses pembuatannya.

Es Gabus di Era Modern: Inovasi dan Tren Kekinian

Selain versi klasik, es gabus kini telah mengalami banyak inovasi untuk mengikuti cita rasa dan estetika kekinian:

  • Varian rasa baru seperti cokelat, taro, matcha, hingga bubble tea.
  • Variasi presentasi, termasuk penyajian es gabus sebagai makanan penutup kontemporer atau dalam format estetis untuk konten media sosial.

Banyak UMKM lokal yang memproduksi es gabus kemasan dengan kualitas lebih premium, menjadikannya peluang usaha kuliner yang menarik.

Warisan Kuliner yang Tetap Relevan

Es gabus bukan sekadar jajanan nostalgia masa kecil, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang mencerminkan kreativitas dalam pemanfaatan bahan sederhana menjadi makanan dengan karakter unik. Dari sejarah sosialnya hingga fenomena viral yang baru, es gabus membuktikan bahwa kuliner tradisional dapat terus hidup, berkembang, sekaligus memberi pelajaran penting tentang pemahaman pangan di masyarakat.
×
Berita Terbaru Update