Terputusnya jalur vital tersebut dipicu oleh pergeseran tanah akibat hujan deras yang disertai angin kencang sejak pagi hari. Dua tiang listrik milik PLN roboh dan menutup badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah lumpuh total.
Kapolsek Cibinong, AKP Roni Romdon, mengatakan ambruknya tiang listrik tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, baik dari sisi mobilitas maupun pasokan listrik.
“Tiang listrik yang ambruk berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, sehingga arus lalu lintas terputus sementara, dimana saat ini sedang dilakukan penanganan cepat bersama petugas gabungan termasuk dari PLN,” ujar Roni.
Selain memutus akses jalan, insiden ini juga menyebabkan aliran listrik di wilayah sekitar mengalami pemadaman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena kondisi lalu lintas di lokasi saat itu terpantau sepi.
“Petugas gabungan masih melakukan upaya penanganan cepat agar arus lalu lintas kembali normal dari kedua arah, hingga Minggu siang penanganan masih berjalan dan tidak ada pengendara yang diizinkan melintas guna antisipasi hal tidak diinginkan,” tambahnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk sementara waktu tidak melintasi jalur tersebut hingga proses evakuasi dan pembersihan benar-benar tuntas. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya, terutama dari sisa aliran listrik yang masih berisiko mengancam keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat jalur utama selatan Cianjur dikenal rawan longsor dan pohon tumbang saat cuaca ekstrem.
“Pengendara diminta tetap waspada saat melintasi jalur selatan karena hujan deras disertai angin kencang masih terjadi sepanjang hari sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam,” tegas Roni.
Petugas menargetkan proses pembersihan dan normalisasi jalur dapat diselesaikan menjelang malam hari. Penanganan cepat menjadi prioritas mengingat volume kendaraan menuju arah Cianjur diprediksi akan meningkat seiring berakhirnya masa libur panjang sekolah.
