-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Antisipasi Ramadan dan Lebaran 2026, Dishub Cianjur Perbaiki Ribuan PJU Rusak

Selasa, 10 Februari 2026 | 23.41 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T17:28:29Z
Foto: Ilustrasi


Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur memfokuskan perbaikan sekitar 1.100 unit lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang rusak di sepanjang jalur utama dan jalur alternatif. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas kendaraan selama bulan Ramadan dan Lebaran 2026.

Kepala Dishub Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, mengatakan pihaknya terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik PJU yang membutuhkan perbaikan.

Selain itu, Dishub juga berencana menambah PJU di jalur alternatif yang masih minim penerangan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami terus memetakan titik PJU yang rusak serta menyiapkan penambahan PJU di jalur alternatif yang minim penerangan agar pengendara merasa aman dan nyaman,” ujar Aris di Cianjur, Selasa.

Ia menjelaskan, sejumlah PJU yang mati saat ini banyak ditemukan di sepanjang jalur selatan Cianjur. Untuk penanganannya, Dishub memprioritaskan perbaikan di jalan kabupaten yang menjadi kewenangannya.

Sementara itu, untuk PJU yang berada di jalan provinsi dan jalan nasional, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Perbaikan PJU di jalan kabupaten dapat kami lakukan langsung mulai pekan ini. Sedangkan untuk jalan provinsi dan pusat, kami melakukan koordinasi serta melayangkan surat laporan terkait kondisi dan titik PJU yang mengalami kerusakan,” katanya.

Berdasarkan data Dishub, total PJU yang terpasang di sepanjang jalan kabupaten di Cianjur mencapai sekitar 11.000 unit yang tersebar dari wilayah utara hingga selatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen atau kurang lebih 1.100 unit terdata mengalami kerusakan.

Aris menjelaskan, kerusakan PJU disebabkan oleh berbagai faktor, baik teknis maupun nonteknis, seperti usia lampu yang sudah tua, kabel putus akibat tertimpa pohon, hingga gangguan pada mini circuit breaker (MCB). Kondisi tersebut kerap dikeluhkan masyarakat, terutama pengendara yang melintas pada malam hari.

Ia juga mengakui, pemeliharaan PJU selama ini terkendala oleh keterbatasan sarana operasional, terutama kendaraan dinas yang sudah berumur. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan fasilitas yang ada.

“Meski sarana operasional terbatas, kami tetap mengupayakan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.

Selain fokus pada perbaikan, Dishub Cianjur juga mengajukan penambahan PJU di sepanjang jalan kabupaten pada tahun 2026. Sebanyak 44 titik PJU baru telah diusulkan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp300 juta.

Tak hanya itu, Dishub turut mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp4 miliar kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Cianjur. Pengajuan tersebut didasarkan pada usulan masyarakat yang disampaikan melalui proposal maupun surat permohonan dari pemerintah desa, sekolah, madrasah, pondok pesantren, serta lembaga kemasyarakatan lainnya.

Dengan langkah tersebut, Dishub berharap kondisi penerangan jalan di Kabupaten Cianjur dapat semakin optimal, terutama menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026, sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga.
×
Berita Terbaru Update