-->

Notification

×

Iklan

Iklan

PERSIB Takluk 0-3 dari Ratchaburi FC, Hodak: Kami Tidak Memulai Laga dengan Baik

Rabu, 11 Februari 2026 | 22.53 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T15:56:59Z
Skuad Persib Bandung saat tanding lawan Ratchburi FC (11/2/2026). Foto: Dok. Persib


PERSIB Bandung harus menelan kekalahan pahit 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026 di Stadion Ratchaburi, Jumat, 11 Februari 2026.

Tiga gol tuan rumah dicetak Pedro “Tana” Placeres pada menit ke-5 dan 84, serta Gabriel Mutombo Kupa menit ke-53. Hasil ini membuat Maung Bandung berada dalam posisi sulit jelang leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Februari 2026 mendatang. PERSIB membutuhkan kemenangan dengan margin minimal empat gol untuk memastikan tiket ke fase berikutnya.

Gol Cepat Ubah Ritme Pertandingan

Laga baru berjalan lima menit, gawang Teja Paku Alam sudah bergetar. Tana sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang PERSIB untuk membawa Ratchaburi unggul cepat 1-0.

Gol tersebut memengaruhi ritme permainan tim tamu. Meski mencoba bangkit, PERSIB kesulitan membongkar pertahanan disiplin tuan rumah hingga babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Memasuki babak kedua, PERSIB tetap mempertahankan komposisi pemain. Serangan langsung dibangun dari sisi kanan, namun belum mampu menghasilkan gol penyama kedudukan.

Pada menit ke-50, peluang emas hadir lewat Rosembergne “Berguinho” Da Silva yang menerima umpan Alfeandra Dewangga dan masuk ke kotak penalti. Sayangnya, sepakan mendatarnya masih melebar di sisi gawang.

Dua menit berselang, Teja melakukan penyelamatan penting dengan menepis tembakan Daniel Ting. Namun pada menit ke-53, Gabriel Mutombo Kupa—yang baru masuk menggantikan Kevin Deeromram—berhasil menggandakan keunggulan Ratchaburi menjadi 2-0.

Debut dan Upaya Bangkit

PERSIB melakukan tiga pergantian pada menit ke-58. Saddil Ramdani, Adam Alis dan Sergio Castel masuk menggantikan Berguinho, G. Uaycochea dan Andrew Jung. Masuknya Castel menjadi debutnya bersama PERSIB setelah direkrut awal Februari lalu.

Teja kembali menunjukkan kualitasnya di bawah mistar dengan menepis tembakan melengkung Guilherme Ferreira Pinto (Negueba) pada menit ke-65. Sementara Saddil sempat mengancam lewat sepakan voli, tetapi bola masih melambung di atas mistar.

Ratchaburi terus menekan. Menit ke-81, tandukan Denilson masih mampu diamankan Teja. Dua menit kemudian, Dewangga ditarik keluar dan digantikan Layvin Kurzawa yang juga menjalani debutnya bersama Maung Bandung.

Namun, petaka kembali datang di menit ke-84. Tana mencetak gol keduanya sekaligus memastikan keunggulan Ratchaburi menjadi 3-0.

Pergantian kembali dilakukan pada menit ke-86 dengan masuknya Ramon “Tanque” de Andrade Souza menggantikan Haye. Sementara itu, Gabriel Donatien Kupa mendapat kartu kuning dari wasit.

Menjelang akhir laga, PERSIB memperoleh peluang lewat skema bola mati. Tendangan bebas Kurzawa disundul Matricardi dan diteruskan Barros, tetapi terjadi salah pengertian dengan Castel sehingga peluang terbuang. Di masa tambahan waktu, Reijnders melakukan blok krusial di mulut gawang untuk mencegah gol keempat tuan rumah.

Skor 3-0 bertahan hingga laga usai.

Evaluasi Bojan Hodak

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, mengakui timnya tidak tampil maksimal sejak awal pertandingan.

"Kami tidak memulai laga dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama," kata Hodak dalam sesi konferensi pers usai laga.

Menurutnya, meski sempat menciptakan beberapa peluang emas termasuk bola yang membentur tiang, PERSIB gagal mengonversinya menjadi gol.

Memasuki babak kedua, Hodak menilai timnya kehilangan kendali di lini tengah. Ia menyoroti kegagalan pemainnya memenangkan bola kedua (second ball) serta kurangnya kewaspadaan terhadap serangan balik cepat lawan. Faktor cuaca panas juga disebutnya cukup menguras energi para pemain.

"Sekarang kami perlu fokus selama tujuh hari ke depan untuk pertandingan berikutnya di Bandung. Saya berharap stadion akan tetap penuh seperti biasanya karena tidak mudah bermain di sana, dan pastinya performa kami harus lebih baik," pungksnya.

Misi Berat di GBLA

Kekalahan tiga gol tanpa balas membuat PERSIB menghadapi tantangan besar pada leg kedua. Dukungan penuh Bobotoh di GBLA akan menjadi modal penting bagi Maung Bandung untuk membalikkan keadaan.

Secara matematis, peluang masih terbuka. Namun, PERSIB wajib tampil jauh lebih efektif dan solid jika ingin menjaga asa di kompetisi Asia musim ini.
×
Berita Terbaru Update