Kondisi hujan deras disertai kabut tebal hampir setiap hari terjadi di kawasan Puncak. Situasi ini menyebabkan jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan sebagai langkah antisipasi.
Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem sepanjang hari membuat pihaknya menyiagakan petugas di berbagai titik rawan. Petugas ditempatkan terutama di lokasi yang rentan terhadap kecelakaan dan bencana alam.
Menurutnya, pengendara diminta untuk berhati-hati dan tidak memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. Selain itu, pengendara diwajibkan menyalakan lampu utama kendaraan saat melintasi area berkabut tebal serta menjaga jarak aman antar kendaraan untuk mengantisipasi pengereman mendadak atau halangan tak terduga.
Jalur Puncak-Cianjur sendiri memiliki sejumlah titik rawan bencana yang perlu diwaspadai, di antaranya kawasan Puncak Pass, Cipanas, Cugenang, serta sebagian besar jalur utama yang mengarah ke selatan Cianjur.
Peningkatan volume kendaraan, baik saat akhir pekan maupun hari biasa, turut menambah kompleksitas situasi. Banyak pengendara yang bertujuan ke kawasan wisata, sehingga kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan.
Polres Cianjur juga menyarankan pengendara untuk menghentikan perjalanan sementara jika hujan turun disertai angin kencang. Langkah tersebut dinilai penting untuk keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Selain potensi kecelakaan akibat jarak pandang terbatas, kepolisian juga mengingatkan adanya ancaman bencana lain seperti pohon tumbang yang kerap terjadi di sepanjang jalur utama Cianjur, mulai dari wilayah utara hingga selatan.
Untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengendara, puluhan petugas disiagakan di kawasan Puncak-Cianjur. Mereka bertugas mengatur arus lalu lintas sekaligus mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi anjuran keselamatan. Pengendara juga diarahkan mencari tempat aman untuk berhenti, seperti rest area yang tersedia di sepanjang jalur Puncak-Cianjur maupun jalur selatan Cianjur saat kondisi cuaca memburuk.
Layanan Call Center 112 Fast Response Meningkat
Di sisi lain, meningkatnya kejadian bencana akibat cuaca ekstrem turut berdampak pada tingginya laporan masyarakat melalui layanan Call Center 112 Fast Response milik Pemkab Cianjur.
Susan menjelaskan, warga Cianjur Kota menjadi pengguna terbanyak layanan Call Center 112 Fast Response. Posisi kedua disusul warga Kecamatan Karangtengah dengan jumlah laporan yang hampir seimbang.
“Terbanyak warga Cianjur Kota dengan 13 pengadu, disusul warga Karangtengah sebanyak 12 pengadu. Laporannya terkait bencana pohon tumbang, longsor, banjir, penerangan jalan tidak menyala, hingga evakuasi hewan liar di rumah warga,” ujarnya.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, Diskominfo Cianjur terus mengembangkan layanan Call Center 112 Fast Response agar semakin adaptif terhadap kondisi darurat di lapangan.
“Terbaru, kami sudah menyediakan layanan kedaruratan ambulans yang dikoordinasikan dengan puskesmas-puskesmas. Layanan ini bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk orang sakit,” jelas Susan.
Untuk meningkatkan pemanfaatan layanan tersebut, Diskominfo Cianjur juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami menyebarkan informasi melalui media massa, media sosial, membuat animasi cara penggunaan layanan, dan ke depan akan melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat terkait Call Center 112 Fast Response,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi dan layanan respons cepat yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada serta memanfaatkan layanan darurat yang ada demi keselamatan bersama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Cianjur.
