Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin bagi Maung Bandung. Lebih dari itu, PERSIB mengusung misi “move on” sekaligus revans setelah takluk 1-2 dari Pendekar Cisadane pada putaran pertama lalu.
Bangkit Usai Tersingkir di Asia
PERSIB menatap laga kandang ini dengan motivasi berlipat. Selain ingin membalas kekalahan di pertemuan pertama, tim asuhan Bojan Hodak juga bertekad bangkit usai langkah mereka terhenti di babak 16 besar AFC Champions League Two.
Secara mental, laga kontra Persita menjadi momentum penting untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus menjaga posisi di papan atas klasemen.
Hodak pun mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah terhadap kekuatan tim tamu yang dikenal disiplin dan terorganisir.
"Persita adalah tim yang bagus dan sangat terorganisir. Mereka tidak banyak kebobolan, tapi juga tidak banyak mencetak gol. Mereka sangat kompak dan berbahaya dalam menunggu kesalahan lawan untuk melakukan serangan balik cepat," ujar Hodak dalam sesi konferensi pers.
Pelatih asal Kroasia itu menilai kekompakan lini belakang Persita menjadi tantangan tersendiri bagi lini serang PERSIB. Transisi cepat saat counter attack disebutnya sebagai ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak menit awal.
Meski demikian, Hodak percaya dukungan penuh Bobotoh di GBLA akan menjadi energi tambahan bagi skuadnya.
"Kami bermain di rumah sendiri. Di GBLA, kami selalu mengincar hasil positif untuk menjaga posisi di puncak klasemen," tambahnya.
Persita Datang Tanpa Gentar
Di sisi lain, Persita tidak datang ke Bandung hanya untuk bertahan. Pelatih kepala Carlos Pena memastikan timnya dalam kondisi siap tempur dan penuh percaya diri menghadapi sang juara bertahan.
"Persiapan kami berjalan bagus, hampir semua pemain siap untuk pertandingan besok. Kami sangat termotivasi melawan juara bertahan di stadion yang atmosfernya luar biasa," kata Carlos Pena.
Pelatih asal Spanyol tersebut mengakui bahwa PERSIB saat ini jauh berbeda dibandingkan pertemuan pertama musim ini. Namun, ia tetap memasang target tinggi.
"PERSIB saat ini sangat berbeda dan sudah banyak berubah sepanjang musim. Memang kami menang di pertemuan pertama, tapi besok adalah tantangan baru dan kami datang untuk meraih tiga poin lagi," tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Ujian Mental dan Konsistensi
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat. PERSIB tentu ingin membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari kekecewaan di kompetisi Asia dan mempertahankan superioritas di kandang. Sementara Persita datang dengan kepercayaan diri setelah sukses menundukkan Maung Bandung pada putaran pertama.
Duel lini tengah dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang diyakini akan menjadi kunci. Jika PERSIB mampu menembus pertahanan rapat Persita, peluang untuk mengamankan tiga poin terbuka lebar. Namun bila lengah dalam transisi, ancaman serangan balik cepat bisa menjadi petaka.
GBLA pun siap menjadi saksi, apakah misi revans Maung Bandung terwujud atau justru Pendekar Cisadane kembali mencuri poin di kandang lawan.
