-->

Notification

×

Iklan

Iklan

HDCI Bandung Pastikan Pengendara Moge yang Senggol Pemotor hingga Terperosok di Cianjur Bukan Anggotanya

Minggu, 15 Februari 2026 | 23.01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-15T16:01:02Z

 




Peristiwa terperosoknya seorang pemotor asal Cianjur ke jurang di Jalur Cianjur Selatan setelah diduga tersenggol rombongan motor gede (moge) memicu keprihatinan publik. Di tengah proses identifikasi yang masih dilakukan pihak kepolisian, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pengcab Bandung akhirnya buka suara.

Ketua HDCI Pengcab Bandung, Glenarto, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran internal terkait kabar keterlibatan rombongan moge dalam kejadian tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran organisasi, pengendara yang diduga terlibat dipastikan bukan bagian dari keanggotaan HDCI Bandung.

"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan data organisasi, pengendara yang terlibat dalam insiden tersebut bukan merupakan bagian dari keanggotaan HDCI Bandung," kata Glenarto saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, setiap anggota HDCI yang berkendara dalam rangkaian resmi organisasi memiliki identitas yang jelas dan mudah dikenali. Identitas tersebut menjadi bagian dari standar organisasi dalam menjaga ketertiban dan tanggung jawab anggotanya di jalan raya.

"Setiap anggota yang berkendara dalam rangkaian resmi HDCI Bandung wajib mengenakan identitas organisasi agar mudah dikenali dan bertanggung jawab atas tindakannya," ucapnya.

Identitas itu berupa vest atau jaket resmi lengkap dengan patch cabang Bandung serta Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bukti bahwa pengendara telah terverifikasi dan memahami kode etik organisasi.

Glenarto menegaskan, HDCI Bandung secara konsisten menanamkan nilai empati serta kepatuhan terhadap hukum kepada seluruh anggotanya. Menurutnya, etika berkendara menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar dalam komunitas tersebut.

"HDCI Bandung senantiasa menanamkan nilai empati dan kepatuhan hukum kepada seluruh anggotanya. Kami tidak mentoleransi segala bentuk arogansi di jalan raya," ungkapnya.

"Jika di masa mendatang terdapat anggota yang terbukti melanggar kode etik, organisasi akan memberikan sanksi administratif yang sangat tegas sesuai AD/ART," sambung dia.

Terkait proses hukum atas peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur itu, HDCI Bandung menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penegakan hukum.

"Kami sepenuhnya memercayakan proses investigasi kepada rekan-rekan Kepolisian Polres Cianjur dan berharap agar keadilan dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya bagi semua pihak," ucapnya.

Di luar persoalan status keanggotaan, HDCI Bandung mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa pemotor asal Cianjur tersebut. Sejak menerima kabar kejadian, pengurus organisasi langsung berupaya memastikan kondisi korban.

"Bagi kami, keselamatan setiap pengguna jalan adalah prioritas yang jauh lebih tinggi daripada sekadar hobi berkendara. Sebagai wujud kepedulian dan rasa kekeluargaan, perwakilan pengurus kami telah bersilaturahmi dengan korban dan pihak keluarga," kata Glenarto.

Sementara itu, jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pengendara moge yang disebut meninggalkan lokasi kejadian. Proses pengumpulan keterangan saksi dan penelusuran bukti di lapangan masih terus berlangsung.

Menutup pernyataannya, HDCI Bandung mengajak masyarakat untuk tetap bijak dan objektif dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang publik.

"Kami memahami keprihatinan masyarakat luas atas insiden ini. Dalam semangat saling menghargai, kami memohon bantuan masyarakat untuk bersikap bijak dan objektif dalam menyikapi informasi," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update