![]() |
| Warga geruduk kantor PLN Tanggeung, Cianjur akibat mati listrik berulangkali hampir setiap hari di bulan Ramadan. (Foto: Tangkapan Layar) |
Langkah siaga tersebut dilakukan menyusul tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang, yang berdampak pada jaringan distribusi listrik. Sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan menimpa jaringan listrik, bahkan menyebabkan beberapa tiang roboh serta Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) putus.
Manajer PLN ULP Tanggeung Egi Kusmiprayogi saat dihubungi di Cianjur, Rabu, mengatakan PLN telah mengerahkan personel secara maksimal untuk melakukan percepatan pemulihan sistem kelistrikan terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
Pihaknya mencatat selama beberapa hari terakhir intensitas hujan dan angin kencang cukup tinggi sehingga menyebabkan beberapa pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik, bahkan beberapa tiang roboh dan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah putus.
"Kami bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi, perbaikan jaringan dan normalisasi sistem secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas serta masyarakat,” katanya.
Secara keseluruhan, PLN UP3 Cianjur telah menyiagakan 266 personel yang tersebar di seluruh wilayah kerja Cianjur untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal dan suplai listrik dapat segera kembali normal. Khusus di Kecamatan Tanggeung, sekitar 90 petugas disebar di 10 posko guna mempercepat respons saat terjadi gangguan.
PLN juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan lingkungan di sekitar jaringan listrik serta meminimalisir potensi gangguan lanjutan akibat cuaca ekstrem, terutama di wilayah selatan Cianjur yang rawan terdampak angin kencang dan pohon tumbang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123," katanya. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat akibat faktor cuaca.
Namun di sisi lain, gangguan listrik yang terjadi berulang kali memicu keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha di Kecamatan Tanggeung. Dalam satu hari, pemadaman disebut dapat terjadi hingga tiga kali, bahkan lebih, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi warga.
Tokoh Pemuda Tanggeung Anan Hermawan mengatakan akibat listrik sering mati tanpa sebab membuat pengusaha yang mengandalkan listrik sebagai modal utama kehilangan pendapatan bahkan merugi karena pelanggan membatalkan pesanan.
"Pengusaha konveksi, UMKM, dan lainnya merasa dirugikan karena alat cepat rusak dan pesanan tidak dapat tuntas sesuai jadwal karena listrik sering mati, terlebih selama bulan puasa sehari bisa empat kali terutama saat tarawih dan sahur," katanya.
Warga berharap upaya percepatan pemulihan yang dilakukan PLN dapat disertai dengan langkah pencegahan jangka panjang, seperti perapihan pohon di sekitar jaringan serta penguatan infrastruktur kelistrikan, agar gangguan serupa tidak terus berulang terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah selatan Cianjur.
