-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Cianjur Bongkar Makam yang Diinjak Konten Kreator, Dipastikan Bukan Makam Asli

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17.20 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-14T10:20:12Z
Makam konten Mak Daster dan Inung Sia. (Foto: Istimewa)

 

Aparat dari Polres Cianjur membongkar makam yang sebelumnya diinjak dalam konten video media sosial oleh Mak Daster bersama Inung Sia. Hasil pembongkaran mengungkap bahwa makam tersebut bukan makam asli, melainkan properti konten yang di dalamnya terdapat saluran pipa air.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait konten tersebut.

"Kami langsung mendatangi lokasi, untuk memastikan apakah makan tersebut asli atau palsu. Dan kami langsung lakukan pembongkaran, dengan disaksikan perangkat kecamatan, desa, serta konten kreatornya," kata dia, Jumat (13/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi memastikan bahwa tidak terdapat jasad di dalam makam tersebut.

"Makam itu kosong, adapun di kedalaman 1,5 meter itu pipa saluran air. Jadi memang itu palsu, sebatas properti konten," kata dia.

Meski makam tersebut dipastikan palsu, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan dengan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

"Baru pelapor yang kami mintai keterangan. Selanjutnya ada lebih dari lima orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan, dua diantaranya merupakan konten kreator Mak Daster dan Inung Sia," kata dia.

Disebut Hanya Properti Konten

Sementara itu, kuasa hukum Mak Daster dan Inung Sia, Asep Muladi, menegaskan bahwa makam yang menjadi sorotan publik tersebut sejak awal dibuat sebagai properti untuk kebutuhan konten horor komedi.

"Sudah disampaikan sebelumnya, kalau itu bukan makam asli. Di bawahnya kosong. Kalaupun digali, itu saluran septic tank," kata dia.

Menurutnya, konten yang dibuat oleh Inung Sia memang memiliki ciri khas horor komedi sehingga properti tersebut digunakan untuk mendukung konsep video.

"Jadi konten Inung Sia itu identik dengan horor komedi. Jadi memang itu kebutuhan konten, properti," kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa video yang viral merupakan bagian awal dari rangkaian konten yang belum sepenuhnya diunggah.

"Itu masih ada lanjutannya, dimana yang menginjak makam kena azab. Tapi belum semuanya diunggah sudah jadi sorotan. Mungkin kalau sudah utuh diunggah semua, tidak akan menjadi salah pemahaman," kata dia.

Meski secara hukum dinilai tidak memenuhi unsur pelanggaran karena makam tersebut palsu, pihaknya mengakui tindakan tersebut tidak sesuai norma dan etika sosial.

"Kalau secara hukum tidak masuk, karena makam palsu. Tapi secara etika dan norma sosial memang tidak seharusnya dilakukan. Klien kami pun sudah menyadari itu, dan memohon maaf pada masyarakat," kata dia.

Asep menambahkan bahwa pihaknya akan kooperatif mengikuti proses penyelidikan yang tengah dilakukan kepolisian.

"Kami hormati langkah polisi untuk menindaklanjuti hal ini. Kami tentu akan kooperatif, hadir dalam setiap pemanggilan untuk memberikan keterangan," kata dia.

Viral dan Dilaporkan ke Polisi

Sebelumnya, Mak Daster bersama Inung Sia dilaporkan ke polisi atas konten yang dinilai tidak patut dicontoh. Dalam video berdurasi 33 detik tersebut, terlihat Mak Daster atau Diah Tardiah berjalan dan menginjak gundukan tanah yang diduga makam.

Ia bahkan tampak menendang papan kayu yang diduga sebagai nisan. Dalam video yang sama, Inung Sia atau Endah Yudianti terlihat mengingatkan bahwa gundukan tanah tersebut merupakan makam.

Konten tersebut menuai beragam reaksi dari warganet dan memicu kecaman. Keduanya kemudian dilaporkan ke Polres Cianjur untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

×
Berita Terbaru Update