-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ramadan: Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Menata Hati

Minggu, 15 Februari 2026 | 19.47 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-16T14:09:47Z
Foto: Ilustrasi


Ramadan bukan hanya tentang menahan haus dan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ia adalah madrasah kehidupan. Selama sebulan penuh, setiap Muslim dilatih untuk mengendalikan diri, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadan adalah takwa. Bukan sekadar ritual tahunan, tetapi proses pembentukan karakter.

1. Ramadan dan Makna Pengendalian Diri

Puasa mengajarkan kita untuk berkata “tidak” pada hal-hal yang sebenarnya halal di waktu tertentu. Makan dan minum itu boleh, tetapi kita menahannya demi ketaatan.

Dari sini kita belajar:


Jika lapar saja bisa kita tahan, seharusnya amarah dan kesombongan pun bisa kita kendalikan.

2. Ramadan: Momentum Membersihkan Hati

Ramadan adalah waktu terbaik untuk muhasabah. Kita diajak melihat kembali:

  1. Sudah sejauh mana shalat kita?
  2. Seberapa sering kita membaca Al-Qur’an?
  3. Apakah hati kita masih dipenuhi iri dan dendam?

Bulan ini adalah kesempatan untuk memperbaiki hubungan vertikal (hablumminallah) dan horizontal (hablumminannas). Meminta maaf, memaafkan, dan memperbaiki silaturahmi menjadi bagian penting dari makna Ramadan.

3. Ramadan dan Kepedulian Sosial

Ketika kita merasakan lapar, kita belajar memahami mereka yang hidup dalam kekurangan. Di sinilah zakat, infak, dan sedekah menemukan makna terdalamnya.

Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan bukan hanya soal memiliki, tetapi soal berbagi.

4. Ramadan: Latihan Konsistensi Ibadah

Selama Ramadan, masjid lebih ramai, Al-Qur’an lebih sering dibaca, doa lebih khusyuk dipanjatkan. Pertanyaannya, apakah semangat ini akan berhenti setelah Ramadan?

Makna sejati Ramadan adalah menjadikan kebiasaan baik itu berlanjut. Ramadan bukan garis akhir, melainkan titik awal perubahan.

Apakah Kita Sudah Siap?

Ramadan selalu datang setiap tahun, tetapi belum tentu kita selalu diberi kesempatan bertemu dengannya kembali. Maka ketika Ramadan hadir, sambutlah dengan hati yang rindu dan niat yang tulus.

Karena sejatinya, Ramadan bukan hanya tentang satu bulan dalam setahun. Ia adalah tentang bagaimana satu bulan itu mampu mengubah sebelas bulan setelahnya.

Semoga Ramadan kali ini menjadi Ramadan terbaik dalam hidup kita.
×
Berita Terbaru Update