-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Cianjur Rekomendasikan Jalur Alternatif Jonggol–Cianjur untuk Mudik Lebaran 2026

Minggu, 22 Februari 2026 | 21.28 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-22T14:28:09Z
Foto: Ilustrasi/AI


Kepolisian Resor Cianjur mulai mematangkan kesiapan infrastruktur dan strategi pengamanan menjelang musim mudik dan arus balik Lebaran 2026. Melalui survei 
lapangan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) merekomendasikan jalur alternatif Jonggol–Cianjur sebagai opsi yang dinilai layak untuk memecah kepadatan kendaraan di jalur utama Puncak.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif guna menjamin kelancaran arus lalu lintas yang diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan selama periode mudik dan balik Lebaran.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menegaskan bahwa hasil survei menunjukkan jalur utama di wilayah Cianjur, mulai dari utara hingga timur, secara umum dalam kondisi layak dilalui. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan sejumlah catatan penting bagi para pemudik.

“Survei kami menunjukkan jalur utama dapat dilalui, tetapi pengendara harus ekstra hati-hati karena masih ditemukan titik jalan rusak dan berlubang di beberapa lokasi strategis seperti kawasan Puncak-Cianjur, Jalan Raya Bandung, hingga Lingkar Selatan,” ujar AKP Aang.

Menurutnya, kewaspadaan pengendara menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan, terutama pada titik-titik dengan kondisi aspal yang belum sepenuhnya optimal.

Antisipasi Titik Kemacetan dan Penyempitan Jalur

Selain kondisi fisik jalan, Satlantas Polres Cianjur juga memetakan potensi kemacetan yang dipicu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di area pasar tumpah. Beberapa lokasi yang diwaspadai mengalami penyempitan jalur antara lain kawasan Cipanas, Warungkondang, Ciranjang, serta pusat Kota Cianjur.

Keberadaan aktivitas jual beli di bahu jalan dinilai berpotensi menimbulkan perlambatan arus kendaraan, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis menjelang Lebaran.

Untuk meminimalisir potensi sumbatan arus, Polres Cianjur telah mengajukan penambahan papan peringatan, rambu lalu lintas, serta lampu penerangan jalan (PJU) tambahan di sejumlah titik yang dinilai minim visibilitas, terutama pada malam hari.

Koordinasi Lintas Instansi Percepat Perbaikan Jalan

Polres Cianjur saat ini juga tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat guna mempercepat proses perbaikan jalan sebelum masa mudik tiba. Perbaikan tersebut difokuskan pada penutupan lubang jalan, perataan aspal, serta peningkatan keselamatan di titik rawan kecelakaan.

Tak hanya itu, aspek kebencanaan turut menjadi perhatian serius. Jalur-jalur di wilayah Cianjur yang rawan longsor, pohon tumbang, dan genangan air saat hujan deras masuk dalam pemetaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

“Kami mencatat adanya jalur rawan kecelakaan dan potensi pohon tumbang saat cuaca ekstrem. Kami meminta pengguna jalan selalu waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang di jalur utama,” tambahnya.

Survei Final H-7 Lebaran

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Polres Cianjur berencana melakukan survei final bersama dinas terkait pada H-7 Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh lubang jalan telah tertutup dan seluruh fasilitas penunjang keselamatan, seperti rambu dan penerangan, sudah terpasang dengan baik.

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau informasi terkini mengenai kondisi jalur mudik melalui kanal resmi kepolisian agar dapat merencanakan perjalanan secara matang, aman, dan nyaman.

Dengan kesiapan infrastruktur, penguatan koordinasi lintas instansi, serta rekomendasi jalur alternatif Jonggol–Cianjur, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Cianjur dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
×
Berita Terbaru Update