-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Persib Tekuk Persita 1-0, Kokoh di Puncak Klasemen

Minggu, 22 Februari 2026 | 22.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-23T01:27:04Z


Malam yang lembap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi saksi bagaimana kesabaran dan disiplin taktik akhirnya berbuah manis bagi Persib Bandung. Menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-22 BRI Super League, Minggu (22/2/2026) malam WIB, Maung Bandung menang tipis 1–0 lewat gol tunggal Andrew Patrick Jung.

Hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga penegasan konsistensi Persib di papan atas klasemen dalam fase krusial musim.

Babak Pertama: Ritme Tertahan, Intensitas Terjaga

Sejak peluit awal dibunyikan, Persib mencoba mengambil inisiatif. Skema 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Bojan Hodak memberi keseimbangan antara kontrol lini tengah dan eksplorasi sisi sayap. Pergerakan Adam Alis dan Luciano Guaycochea di area sentral membuat tuan rumah relatif nyaman menguasai bola.

Namun, Persita datang dengan rencana yang tak kalah matang. Di bawah arahan Carlos Gonzales Pena, Pendekar Cisadane tampil rapat dan disiplin. Blok pertahanan mereka kompak, jarak antarlini terjaga, dan ruang tembak di sekitar kotak penalti dibuat sesempit mungkin.

Beberapa percobaan Persib dari luar kotak penalti masih melebar. Persita sesekali mengancam lewat transisi cepat, memanfaatkan celah di belakang fullback Persib. Meski demikian, hingga turun minum, skor tetap 0–0. Laga berjalan ketat, sarat duel fisik, tetapi minim peluang bersih.

Babak Kedua: Sundulan Jung yang Mengubah Arah Laga

Tempo meningkat selepas jeda. Persib terlihat lebih agresif menekan dari sisi sayap dan memaksimalkan situasi bola mati. Tekanan berulang itu akhirnya berbuah pada menit ke-50.

Berawal dari sepak pojok, bola melayang ke jantung pertahanan Persita. Andrew Patrick Jung memenangkan duel udara dan menanduk bola dengan akurat. Si kulit bundar meluncur deras ke gawang tanpa mampu dihalau kiper Igor Rodrigues.

Gol tersebut sontak membakar atmosfer GBLA. Sorak ribuan bobotoh bergemuruh, memberi energi tambahan bagi tuan rumah untuk menjaga intensitas permainan.

Unggul satu gol membuat Persib tak serta-merta menurunkan tempo. Mereka tetap menekan, namun lebih berhati-hati dalam menjaga keseimbangan. Di sisi lain, Persita mulai keluar menyerang. Beberapa percobaan dari sisi kanan dan umpan silang berbahaya sempat membuat lini belakang Persib bekerja ekstra.

Statistik dan Dinamika Permainan

Secara umum, Persib tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah percobaan tembakan. Struktur build-up mereka rapi, dengan sirkulasi bola yang sabar dari belakang ke tengah sebelum dialirkan ke sisi lapangan.

Persita memang kalah dalam statistik penguasaan, tetapi tidak inferior secara mental. Mereka mampu memaksa Persib bermain sabar dan tidak mudah menemukan celah. Hingga menit-menit akhir, laga tetap terbuka.

Drama terjadi di masa injury time ketika kiper Persita, Igor Rodrigues, menerima kartu merah. Situasi itu membuat tim tamu harus menyelesaikan laga dengan pemain non-kiper di bawah mistar. Momen tersebut sekaligus menutup peluang Persita untuk melakukan tekanan maksimal di detik-detik akhir.

Dampak di Klasemen: Persib Kokoh di Puncak

Kemenangan ini mengantar Persib mengoleksi 50 poin dari 21 pertandingan, menjaga jarak dari para pesaing terdekat di klasemen sementara. Konsistensi menjadi kata kunci. Dalam fase ketika tekanan mental biasanya meningkat, Persib justru menunjukkan kematangan.

Bagi Persita, kekalahan tipis ini tetap menyisakan catatan positif. Organisasi permainan mereka solid, dan secara taktik mampu merepotkan tim papan atas. Hanya saja, efektivitas di sepertiga akhir masih perlu ditingkatkan.

Analisis Taktik: Detail Kecil Penentu Hasil

Pertandingan ini memperlihatkan bagaimana detail kecil dapat menentukan hasil. Persib unggul dalam eksekusi bola mati—area yang sering kali menjadi pembeda dalam laga ketat. Jung menunjukkan naluri striker murni: membaca arah bola, memenangi duel udara, dan menyelesaikan peluang dengan presisi.

Di sisi lain, Persita menampilkan disiplin luar biasa. Transisi bertahan mereka cepat, dan pressing dilakukan pada momen yang tepat. Jika sedikit lebih klinis dalam memanfaatkan peluang balik, hasil bisa saja berbeda.

Tiga Poin Bernilai Lebih dari Sekadar Angka

Laga di GBLA ini menjadi cerminan persaingan ketat BRI Super League musim 2025/2026. Tidak ada kemenangan mudah. Setiap gol lahir dari kerja kolektif dan konsentrasi penuh selama 90 menit.

Bagi Persib, kemenangan 1–0 ini adalah pesan tegas: mereka tidak hanya ingin memimpin klasemen, tetapi juga menjaga konsistensi hingga akhir musim. Sementara bagi Persita, laga ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dan tinggal menyempurnakan sentuhan akhir.

Malam di Bandung pun ditutup dengan satu kesimpulan sederhana—di tengah hujan dan tekanan, satu sundulan cukup untuk mengubah cerita.
×
Berita Terbaru Update