Dalam perbincangan tersebut, Sharahili menceritakan bahwa Ronaldo sempat mencoba berpuasa bersama para pemain Muslim di Al-Nassr pada Ramadhan tahun 2025.
“Tahun lalu Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa bersama para pemain Muslim Al-Nassr selama Ramadan. Dia berpuasa selama dua hari untuk merasakan apa yang dirasakan oleh umat Muslim selama berpuasa,” kata Sharahili dalam podcast tersebut.
Menurut Sharahili, langkah tersebut dilakukan Ronaldo karena rasa ingin tahu dan keinginannya memahami pengalaman rekan-rekan setimnya yang menjalankan ibadah puasa sambil tetap menjalani latihan dan pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa penyerang asal Portugal itu menjalani puasa selama dua hari, sebelum akhirnya kembali ke pola makan normalnya. Hal ini dinilai wajar mengingat intensitas latihan dan pertandingan yang tinggi bagi seorang atlet profesional.
Di Arab Saudi, aktivitas sepak bola selama Ramadhan umumnya mengalami penyesuaian jadwal. Banyak klub menggelar latihan maupun pertandingan pada malam hari setelah waktu berbuka puasa agar para pemain Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.
Ronaldo sendiri bergabung dengan Al-Nassr sejak Desember 2022 dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi Saudi Pro League. Selama berkarier di Arab Saudi, ia juga beberapa kali terlihat menunjukkan penghormatan terhadap budaya dan tradisi lokal.
Meski demikian, hingga saat ini Ronaldo diketahui tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara penuh karena bukan seorang Muslim. Cerita yang disampaikan Sharahili tersebut menjadi salah satu kisah menarik mengenai interaksi budaya di lingkungan sepak bola internasional.
