FIFA bersama IFAB resmi mengesahkan sejumlah perubahan aturan dalam permainan sepak bola. Regulasi baru ini dirancang untuk meningkatkan tempo pertandingan sekaligus mengurangi praktik membuang waktu di lapangan.
Aturan-aturan tersebut akan mulai diterapkan pada ajang internasional besar, termasuk Piala Dunia FIFA 2026.
Latar Belakang Perubahan
Perubahan ini dibuat agar waktu efektif permainan benar-benar dimaksimalkan. Selama ini, berbagai taktik memperlambat permainan seperti menunda lemparan ke dalam, tendangan gawang, atau pergantian pemain kerap mengurangi durasi bola aktif di lapangan.
Dengan regulasi baru ini, FIFA dan IFAB ingin memastikan pertandingan berjalan lebih dinamis, adil, dan menarik bagi penonton.
Kewenangan Baru VAR
Salah satu perubahan penting adalah penambahan kewenangan bagi Video Assistant Referee (VAR). Kini, VAR diperbolehkan mengoreksi wasit dalam tiga situasi tambahan:
1. Kartu Kuning Kedua
VAR dapat membatalkan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah apabila terbukti wasit melakukan kesalahan penilaian yang jelas.
2. Salah Sasaran Pemain
Jika wasit memberikan kartu (kuning atau merah) kepada pemain yang keliru, VAR dapat memberi tahu siapa pemain yang seharusnya dihukum.
3. Keputusan Tendangan Sudut (Corner Kick)
Kompetisi atau liga kini diperbolehkan menggunakan VAR untuk mengoreksi keputusan tendangan sudut yang jelas-jelas salah, misalnya ketika bola terakhir disentuh pemain bertahan namun justru diberikan kepada tim penyerang.
Penambahan kewenangan ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan krusial yang berpengaruh langsung terhadap jalannya pertandingan.
Aturan Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang
Perubahan lain menyasar potensi pemborosan waktu saat lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
Jika wasit menilai terjadi unsur kesengajaan dalam memperlambat permainan, akan diberlakukan hitungan visual selama lima detik. Apabila bola belum dimainkan setelah hitungan berakhir:
- Lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan.
- Jika terjadi pada tendangan gawang, maka tim lawan akan mendapat tendangan sudut.
Aturan ini dirancang untuk menekan praktik time wasting yang sering terjadi terutama pada menit-menit akhir pertandingan.
Pergantian Pemain Dibatasi 10 Detik
Dalam aturan baru, pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan maksimal dalam waktu 10 detik setelah papan pergantian ditampilkan atau setelah aba-aba wasit jika tanpa papan.
Langkah ini bertujuan mencegah pemain berjalan santai atau sengaja memperlambat proses pergantian demi mengulur waktu.
Aturan Perawatan Cedera di Luar Lapangan
Jika seorang pemain mendapat pemeriksaan cedera di dalam lapangan atau cedera tersebut menyebabkan pertandingan dihentikan, maka pemain tersebut wajib keluar lapangan dan berada di luar selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan kembali. Waktu tetap berjalan selama periode tersebut.
Namun, jika pemain tidak meninggalkan lapangan sesuai waktu yang ditentukan, ia tetap harus keluar. Dalam kondisi itu, pemain pengganti baru diperbolehkan masuk saat terjadi penghentian permainan pertama setelah satu menit waktu bermain berlalu.
Menuju Permainan yang Lebih Dinamis
Serangkaian perubahan ini menunjukkan komitmen FIFA dan IFAB dalam menjaga kualitas pertandingan sepak bola modern. Dengan fokus pada efektivitas waktu bermain dan keadilan keputusan, regulasi baru diharapkan membuat laga semakin intens, cepat, dan minim kontroversi akibat pemborosan waktu.
Publik sepak bola kini menantikan implementasi aturan tersebut di berbagai kompetisi, termasuk panggung terbesar dunia pada 2026 mendatang.
