![]() |
| Ilustrasi/AI |
Bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan dalam ajaran Islam. Salah satu yang paling agung adalah hadirnya malam yang dikenal sebagai Lailatul Qadar. Malam ini memiliki kedudukan luar biasa karena menjadi waktu turunnya Al Quran serta menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperoleh ampunan dan pahala yang berlipat ganda.
Para ulama tafsir, ahli hadis, dan fuqaha sejak masa klasik hingga era modern membahas Lailatul Qadar secara mendalam. Pembahasan tersebut mencakup makna, waktu terjadinya, tanda-tandanya, hingga hikmah dirahasiakannya malam tersebut.
Pengertian Lailatul Qadar dalam Al Quran
Lailatul Qadar disebut secara langsung dalam Al Quran melalui Surah Al Qadr. Allah SWT berfirman
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.
Dalam tafsir klasik, para ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan kemuliaan luar biasa malam ini.
Imam Abu Laits As Samarqandi dalam Tafsir As Samarqandi menjelaskan bahwa Al Quran pertama kali diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam tersebut sebelum kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut penafsiran tersebut, malam ini dinamakan Lailatul Qadar karena pada malam itu Allah menetapkan berbagai ketentuan bagi makhluk selama satu tahun, termasuk rezeki, ajal, dan berbagai urusan kehidupan.
Makna Kata Lailatul Qadar Menurut Ulama
Para ulama menjelaskan beberapa makna dari kata Qadar.
Imam Al Qurtubi dalam Tafsir Al Jami li Ahkam Al Quran menjelaskan bahwa kata Qadar memiliki beberapa makna yaitu kemuliaan, ketetapan, dan ukuran.
Makna pertama adalah malam kemuliaan karena kedudukannya sangat tinggi di sisi Allah.
Makna kedua adalah malam penetapan karena pada malam itu Allah menetapkan takdir tahunan bagi makhluk.
Makna ketiga adalah malam yang penuh dengan keberkahan dan nilai ibadah yang sangat besar.
Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar juga menjelaskan bahwa keistimewaan malam ini menunjukkan bahwa Allah memberi kesempatan besar kepada manusia untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.
Keutamaan Lailatul Qadar
Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar adalah malam paling mulia dalam Islam.
Salah satu keutamaannya adalah nilai ibadah yang sangat besar. Allah menyatakan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Artinya ibadah yang dilakukan pada malam itu lebih baik daripada ibadah selama sekitar delapan puluh tiga tahun.
Selain itu, malam tersebut menjadi waktu turunnya para malaikat.
Dalam Surah Al Qadr disebutkan
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا
Ayat ini menunjukkan bahwa para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, dan kedamaian bagi orang yang beribadah.
Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya
Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa dosanya yang telah lalu.
Hadis ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperoleh ampunan.
Waktu Terjadinya Lailatul Qadar
Waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk umum agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya
Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Menurut Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Bari, terdapat sekitar empat puluh lima pendapat ulama mengenai waktu terjadinya malam tersebut. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.
Sebagian ulama, termasuk Imam Syafi'i, menilai bahwa malam yang paling mungkin adalah tanggal 21 atau 23 Ramadan, sedangkan sebagian ulama lain berpendapat tanggal 27 Ramadan lebih kuat.
Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa tidak diketahuinya secara pasti waktu Lailatul Qadar memiliki hikmah yang besar.
Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hikmah dirahasiakannya malam tersebut adalah agar umat Islam bersungguh sungguh dalam beribadah pada seluruh malam di akhir Ramadan, bukan hanya pada satu malam tertentu.
Hal ini juga dijelaskan dalam berbagai syarah hadis bahwa jika waktu Lailatul Qadar diketahui secara pasti, maka sebagian orang hanya akan beribadah pada malam itu saja.
Tanda Tanda Lailatul Qadar
Beberapa hadis menyebutkan tanda tanda Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW bersabda
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَتُهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاء
Artinya
Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan sejuk, tidak panas dan tidak dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut kemerahan.
Beberapa ulama juga menjelaskan tanda lainnya, seperti suasana malam yang sangat tenang dan hati orang beriman yang merasakan kedamaian saat beribadah.
Namun Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menegaskan bahwa sebagian besar tanda tersebut biasanya diketahui setelah malam itu berlalu.
Amalan yang Dianjurkan pada Lailatul Qadar
Rasulullah SAW memberikan teladan dengan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam hadis riwayat Aisyah disebutkan bahwa Nabi meningkatkan ibadah pada malam malam tersebut dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.
Amalan yang dianjurkan antara lain
- shalat malam
- membaca Al Quran
- berzikir dan beristighfar
- memperbanyak doa
- melakukan i'tikaf di masjid
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah untuk dibaca pada malam tersebut adalah
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
Relevansi Lailatul Qadar di Era Modern
Di era modern yang penuh dengan kesibukan dan distraksi teknologi, makna Lailatul Qadar menjadi semakin relevan.
Malam ini mengajarkan pentingnya refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, serta memperkuat nilai spiritual di tengah kehidupan modern yang serba cepat.
Para ulama kontemporer juga menekankan bahwa esensi Lailatul Qadar bukan sekadar mencari tanda tanda alam, tetapi menghidupkan malam malam Ramadan dengan ibadah, introspeksi, dan peningkatan kualitas iman.
Dengan memanfaatkan teknologi seperti kajian daring, aplikasi Al Quran digital, serta komunitas dakwah di media sosial, umat Islam masa kini memiliki lebih banyak sarana untuk menghidupkan malam malam Ramadan secara lebih luas.
Kesimpulan
Lailatul Qadar merupakan malam paling mulia dalam Islam yang memiliki nilai ibadah lebih baik daripada seribu bulan. Malam ini menjadi waktu turunnya Al Quran, turunnya para malaikat, serta kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan.
Walaupun waktu pastinya dirahasiakan, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam ganjil.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam malam tersebut agar tidak kehilangan kesempatan meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Referensi
- Al Quran Surah Al Qadr ayat 1 sampai 5
- Shahih Bukhari
- Shahih Muslim
- Ibnu Hajar Al Asqalani. Fathul Bari
- Imam An Nawawi. Syarh Shahih Muslim
- Imam Al Qurtubi. Tafsir Al Jami li Ahkam Al Quran
- Abu Laits As Samarqandi. Tafsir As Samarqandi
- Hamka. Tafsir Al Azhar
- Artikel kajian Lailatul Qadar NU Online
- Antara News tentang tanda Lailatul Qadar
- Kajian hadis tentang tanda malam Qadar
