Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur menargetkan perbaikan jalan rusak di jalur utama wilayah perkotaan, khususnya di kawasan Tugu Lampu Gentur , dapat rampung sebelum H-5 Lebaran . Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur tersebut aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pemudik yang melintasi wilayah Cianjur.
Perbaikan jalan di titik tersebut menjadi prioritas karena merupakan salah satu simpul lalu lintas yang cukup padat. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah di dalam kota, kawasan Tugu Lampu Gentur juga sering dilalui kendaraan dari luar daerah yang menuju kawasan selatan Cianjur maupun jalur menuju Bandung dan Sukabumi .
Kepala Dinas PUTR Cianjur Eri Rihandiar mengatakan, secara umum sebagian besar perbaikan jalan milik kabupaten di jalur utama sudah selesai dilakukan. Saat ini, pihaknya masih memfokuskan pengerjaan di kawasan Tugu Lampu Gentur yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup signifikan.
“Kami melakukan perbaikan dengan cara cor beton cepat kering , sehingga waktu pengerjaan yang dijanjikan dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari ke depan, sehingga saat musim mudik lebaran jalur utama Cianjur sudah layak dilalui pemudik,” katanya.
Menurutnya, metode perbaikan menggunakan cor beton yang dipilih agar hasilnya lebih kuat dan tahan lama dibandingkan metode penambalan biasa. Pengerjaan tersebut mulai dilakukan pada Rabu malam agar tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas yang pada siang hari cenderung padat.
Selama proses perbaikan berlangsung, rekayasa arus lalu lintas diterapkan di sekitar lokasi proyek. Hal ini dilakukan setelah pihak PUTR berkoordinasi dengan Satlantas Polres Cianjur untuk mengatur pengaturan arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan yang panjang.
Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diimbau untuk lebih berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Selain itu, masyarakat juga diminta bersabar karena selama proses pengerjaan berlangsung arus kendaraan kemungkinan mengalami perlambatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Eri menambahkan, selama proses pengerjaan berlangsung kendaraan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif agar arus lalu lintas tetap berjalan dan tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi proyek.
Dia menjelaskan khusus di ruas Tugu Lampu Gentur sepanjang tahun 2026 sudah dilakukan dua kali perbaikan karena faktor cuaca perbaikan dengan cara ditambal tidak bertahan lama, sehingga perbaikan kali ini dilakukan dengan cor beton cepat kering.
“Saat ini proses administrasi pengerjaan sudah berjalan dan proses perbaikan sedang berlangsung diperkirakan dalam beberapa hari sudah tuntas dan arus lalulintas dapat kembali normal,” katanya.
Selain fokus pada perbaikan di titik-titik tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga terus menjalankan program perbaikan jalan kabupaten secara bertahap di berbagai wilayah. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan agar mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian daerah.
Menurut Eri, hingga saat ini kemajuan perbaikan jalan milik kabupaten di Cianjur telah mencapai sekitar 70 persen dari total target yang direncanakan sepanjang tahun 2026.
Dia menuturkan sepanjang tahun 2026 program perbaikan jalan milik kabupaten tetap berjalan sesuai rencana, dimana saat ini kemajuan perbaikan jalan milik kabupaten di Cianjur sudah mencapai sekitar 70 persen.
Pemerintah daerah tahun ini mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung program tersebut. Dana tersebut dikhususkan untuk peningkatan kualitas jalan, perbaikan ruas yang rusak, serta pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
Tahun ini diungkapkannya, Pemkab Cianjur mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk perbaikan jalan kabupaten dengan target tingkat kemantapan jalan di wilayah Cianjur dapat meningkat hingga 82 persen.
Dengan berbagai program perbaikan yang terus berjalan, pemerintah daerah optimistis kualitas jalan kabupaten di Cianjur akan semakin baik dalam beberapa tahun ke depan. Infrastruktur jalan yang mantap diharapkan dapat memperlancar distribusi barang, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.
“Seiring perbaikan yang terus dilakukan tahun ini, kami menargetkan jalan mantap di Cianjur bisa mencapai 82 persen, dan tahun berikutnya bisa mencapai 100 persen jalan kabupaten mantap,” katanya.
Perbaikan jalan di titik tersebut menjadi prioritas karena merupakan salah satu simpul lalu lintas yang cukup padat. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah di dalam kota, kawasan Tugu Lampu Gentur juga sering dilalui kendaraan dari luar daerah yang menuju kawasan selatan Cianjur maupun jalur menuju Bandung dan Sukabumi .
Kepala Dinas PUTR Cianjur Eri Rihandiar mengatakan, secara umum sebagian besar perbaikan jalan milik kabupaten di jalur utama sudah selesai dilakukan. Saat ini, pihaknya masih memfokuskan pengerjaan di kawasan Tugu Lampu Gentur yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup signifikan.
“Kami melakukan perbaikan dengan cara cor beton cepat kering , sehingga waktu pengerjaan yang dijanjikan dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari ke depan, sehingga saat musim mudik lebaran jalur utama Cianjur sudah layak dilalui pemudik,” katanya.
Menurutnya, metode perbaikan menggunakan cor beton yang dipilih agar hasilnya lebih kuat dan tahan lama dibandingkan metode penambalan biasa. Pengerjaan tersebut mulai dilakukan pada Rabu malam agar tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas yang pada siang hari cenderung padat.
Selama proses perbaikan berlangsung, rekayasa arus lalu lintas diterapkan di sekitar lokasi proyek. Hal ini dilakukan setelah pihak PUTR berkoordinasi dengan Satlantas Polres Cianjur untuk mengatur pengaturan arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan yang panjang.
Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diimbau untuk lebih berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Selain itu, masyarakat juga diminta bersabar karena selama proses pengerjaan berlangsung arus kendaraan kemungkinan mengalami perlambatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Eri menambahkan, selama proses pengerjaan berlangsung kendaraan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif agar arus lalu lintas tetap berjalan dan tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi proyek.
Dia menjelaskan khusus di ruas Tugu Lampu Gentur sepanjang tahun 2026 sudah dilakukan dua kali perbaikan karena faktor cuaca perbaikan dengan cara ditambal tidak bertahan lama, sehingga perbaikan kali ini dilakukan dengan cor beton cepat kering.
“Saat ini proses administrasi pengerjaan sudah berjalan dan proses perbaikan sedang berlangsung diperkirakan dalam beberapa hari sudah tuntas dan arus lalulintas dapat kembali normal,” katanya.
Selain fokus pada perbaikan di titik-titik tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga terus menjalankan program perbaikan jalan kabupaten secara bertahap di berbagai wilayah. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan agar mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian daerah.
Menurut Eri, hingga saat ini kemajuan perbaikan jalan milik kabupaten di Cianjur telah mencapai sekitar 70 persen dari total target yang direncanakan sepanjang tahun 2026.
Dia menuturkan sepanjang tahun 2026 program perbaikan jalan milik kabupaten tetap berjalan sesuai rencana, dimana saat ini kemajuan perbaikan jalan milik kabupaten di Cianjur sudah mencapai sekitar 70 persen.
Pemerintah daerah tahun ini mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung program tersebut. Dana tersebut dikhususkan untuk peningkatan kualitas jalan, perbaikan ruas yang rusak, serta pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
Tahun ini diungkapkannya, Pemkab Cianjur mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk perbaikan jalan kabupaten dengan target tingkat kemantapan jalan di wilayah Cianjur dapat meningkat hingga 82 persen.
Dengan berbagai program perbaikan yang terus berjalan, pemerintah daerah optimistis kualitas jalan kabupaten di Cianjur akan semakin baik dalam beberapa tahun ke depan. Infrastruktur jalan yang mantap diharapkan dapat memperlancar distribusi barang, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.
“Seiring perbaikan yang terus dilakukan tahun ini, kami menargetkan jalan mantap di Cianjur bisa mencapai 82 persen, dan tahun berikutnya bisa mencapai 100 persen jalan kabupaten mantap,” katanya.
