-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Warga Datangi Rumah Bos Arisan Lebaran di Cianjur, Diduga Program Bodong

Kamis, 19 Maret 2026 | 12.25 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-22T05:29:54Z
Foto Istimewa


Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Cilaku dan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mendatangi sebuah rumah yang diduga milik pengelola arisan paket Lebaran di Kampung Cijati, Desa Sukasari, Rabu (18/3/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan para peserta yang belum menerima paket sembako meski Idul Fitri tinggal hitungan hari.

Warga yang datang menggunakan kendaraan roda dua dan angkutan umum itu langsung memadati lokasi untuk meminta kejelasan terkait paket yang sebelumnya telah mereka bayar. Situasi sempat memanas lantaran para korban merasa dirugikan, namun aparat kepolisian yang datang ke lokasi berhasil meredam emosi massa sehingga tidak terjadi tindakan anarkis.

Salah satu peserta arisan, Papat Fatimah, warga Kecamatan Cilaku, mengaku telah mengikuti program arisan paket Lebaran tersebut selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun ini, ia tercatat mengambil paket dengan nilai cukup besar.

"Paket lebaran berupa sembako kaya beras, minyak, daging, kentang total keseluruhannya dua juta dua ratus sampai sekarang belum ada," ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menuturkan, tanda-tanda kejanggalan sebenarnya sudah terlihat sejak dua tahun lalu, saat distribusi paket mulai mengalami keterlambatan. Namun pada tahun ini, kondisi semakin parah karena paket yang dijanjikan tidak kunjung tersedia.

"Udah dua kali nanyain, yang pertama datang jawabannya tanggal 28, terus bilang katanya H-3 lebaran. Nah sekarang pas didatangi bareng korban lainnya, jawabannya uangnya nggak ada," jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Ai Masliah, peserta asal Kecamatan Cibeber. Ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp1.590.000 untuk paket berisi daging, minyak, kue, dan parsel.

"Tahun kemarin seminggu sebelum lebaran sudah datang paketnya, tapi sekarang belum jelas. Sedangkan lebaran tinggal dua hari lagi," ucapnya.

Menurut Ai, para peserta merasa semakin dirugikan setelah mengetahui tidak ada persiapan paket di lokasi. Bahkan, pengelola arisan disebut mengaku tidak memiliki dana untuk memenuhi kewajibannya.

"Bahkan alasannya uang tidak ada. Berdalih akan bertanggungjawab dengan menjual rumah. Tapi masalahnya kan sekarang para peserta bingung, berharap bisa berlebaran dengan paket yang sudah dibayar, tapi faktanya tidak ada. Mau beli sekarang bingung uangnya darimana," kata dia.

Ia pun memastikan bersama korban lainnya akan menempuh jalur hukum agar kasus ini dapat diproses lebih lanjut.

"Makanya kami akan laporkan kasus ini ke kepolisian," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Cilaku AKP Isep Sukana membenarkan adanya kedatangan warga yang diduga menjadi korban arisan paket Lebaran tersebut. Menurutnya, kedatangan warga bertujuan untuk menagih kejelasan atas paket yang telah dijanjikan.

"Betul tadi warga berkumpul dan mendatangi rumah milik bos arisan paket lebaran. Karena paket yang dijanjikan. Tak kunjung datang. Ketika dicek pun di rumahnya memang kosong, tidak ada paket lebaran ataupun barang-barang pribadinya," kata dia.

Pihak kepolisian, lanjut Isep, telah mengarahkan para korban untuk membuat laporan resmi agar kasus tersebut bisa ditindaklanjuti secara hukum.

"Korban sedang buat laporan untuk diproses hukum lebih lanjut," pungkasnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan arisan bodong tersebut masih dalam tahap penanganan awal, sementara para korban berharap adanya kejelasan serta pertanggungjawaban dari pihak pengelola menjelang Hari Raya Idul Fitri.
×
Berita Terbaru Update