Banjir akibat cuaca ekstrem rendam ratusan rumah di empat kecamatan di Cianjur, BPBD imbau warga tingkatkan kewaspadaan.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerjunkan petugas serta relawan ke lokasi terdampak guna melakukan pendataan dan penanganan awal.
"Kami masih menunggu data terbaru dari petugas dan relawan di lapangan, di mana banjir melanda empat kecamatan pada Rabu hingga Kamis dini hari, laporan sementara rumah terendam lebih dari 200 rumah di empat kecamatan," katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 23 April 2026.
Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun, banjir merendam ratusan rumah di empat desa di Kecamatan Cibeber. Sementara itu, puluhan rumah terdampak juga dilaporkan terjadi di masing-masing satu desa di Kecamatan Cilaku dan Gekbrong. Selain banjir, bencana lain seperti tanah longsor dan pohon tumbang turut terjadi di dua desa di Kecamatan Campaka.
Meski demikian, tidak ada laporan warga yang harus mengungsi. Hal ini dikarenakan air banjir berangsur surut dalam waktu relatif cepat setelah hujan mereda.
Upaya penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, pemadam kebakaran, PMI Cianjur, serta para relawan. Mereka fokus pada pembersihan material longsor serta evakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat akses jalan antarwilayah.
Salah satu titik terdampak pohon tumbang berada di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka. Selain itu, akses utama Jalan Raya Cianjur–Sukabumi yang sebelumnya sempat terganggu di wilayah Kecamatan Gekbrong, kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari dua arah sejak Kamis pagi.
"Petugas gabungan masih melakukan penanganan di beberapa lokasi kejadian serta melakukan pendataan dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem di empat kecamatan," ungkapnya.
BPBD Cianjur juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Intensitas hujan yang tinggi, terutama pada malam hari, dinilai berpotensi memicu bencana susulan seperti banjir dan longsor.
Masyarakat diminta untuk segera mengambil langkah evakuasi mandiri apabila melihat tanda-tanda alam yang mengarah pada potensi bencana.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Cianjur dalam beberapa hari ke depan. Menyikapi hal tersebut, BPBD telah menyiagakan ratusan personel untuk mempercepat respons di lapangan.
"Kami siagakan seluruh relawan guna memantau dan melaporkan situasi di wilayahnya masing-masing, termasuk mengevakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana," ucapnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil, koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan keselamatan masyarakat serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

COMMENTS