PERSIB kalahkan Persija 2-1 di Super League 2025/26. Adam Alis jadi penentu, Teja Paku Alam tampil gemilang.
Persija lebih dulu mengejutkan lewat gol Alaaeddine Ajarie pada menit ke-19. Serangan cepat yang dibangun tim ibu kota itu sukses merobek pertahanan PERSIB dan membuat laga berjalan dalam tekanan bagi skuad Maung Bandung.
Namun, keunggulan Persija tidak bertahan lama. Gelandang PERSIB, Adam Alis, menjadi pembeda dengan mencetak dua gol cepat yang mengubah jalannya pertandingan. Gol pertama lahir pada menit ke-28, disusul gol kedua pada menit ke-38 yang sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk PERSIB hingga turun minum.
PERSIB Tampil Efektif di Babak Pertama
Dalam pertandingan ini, pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menurunkan komposisi pemain utama sejak awal laga. Ia mempercayakan Teja Paku Alam di bawah mistar, dengan lini belakang diisi Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Frans Putros, dan Federico Barba.
Di lini tengah, duet Luciano Guaycochea dan Thom Haye menjadi pengatur ritme permainan, didukung Adam Alis, Uilliam Barros, serta Rosembergne “Berguinho” Da Silva. Sementara Andrew Jung menjadi ujung tombak serangan.
Meski sempat tertinggal lebih dulu, PERSIB mampu menunjukkan respons cepat dengan permainan yang lebih efektif dan tajam dalam memanfaatkan peluang.
Persija Dominan Tekanan, PERSIB Bertahan Solid
Memasuki babak kedua, PERSIB mempertahankan susunan pemain awal. Persija Jakarta langsung meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.
Pada menit ke-50, Persija mendapat peluang melalui sepakan keras Fabio Calonego, namun bola masih melebar dari gawang Teja Paku Alam. Tekanan terus berlanjut, membuat PERSIB lebih banyak bertahan.
Beberapa saat kemudian, Luciano Guaycochea atau “Lucho” harus menerima kartu kuning dari wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, setelah melakukan pelanggaran di area tengah.
Peluang Emas Persija Gagal Dimaksimalkan
Persija kembali menekan pada menit ke-53 melalui Ajarie, namun Teja tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut. Semenit kemudian, Eksel Runtukahu mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung.
Pada menit ke-57, Eksel kembali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan Teja Paku Alam yang tampil impresif di bawah mistar PERSIB.
Di tengah tekanan Persija, pelatih Bojan Hodak juga mendapat kartu kuning karena protes terhadap keputusan wasit.
Perubahan Taktik dan Tekanan Beruntun
Hodak kemudian melakukan perubahan dengan menarik Kakang Rudianto dan Luciano Guaycochea, menggantikannya dengan Layvin Kurzawa dan Eliano Reijnders untuk menambah stabilitas permainan.
Namun, tekanan Persija belum mereda. Pada menit ke-64, Federico Barba juga diganjar kartu kuning setelah menghentikan serangan balik lawan.
Untuk menambah daya gedor, PERSIB memasukkan Sergio Castel dan Beckham Putra Nugraha menggantikan Andrew Jung dan Thom Haye.
Persija hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-76 lewat Ajarie, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.
Teja Paku Alam Jadi Tembok Kokoh
Memasuki menit ke-79, PERSIB harus kehilangan Layvin Kurzawa yang mengalami cedera. Ia kemudian digantikan oleh Dedi Kusnandar pada menit ke-80.
Di sisa pertandingan, Persija terus menggempur pertahanan PERSIB. Namun, Teja Paku Alam tampil luar biasa dengan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan keras Ajarie dari luar kotak penalti.
Pada masa injury time, Persija kembali mendapatkan peluang emas melalui Allano dan Bruno Tubarao pada menit ke-90+2, tetapi seluruh upaya tersebut berhasil digagalkan lini pertahanan PERSIB hingga peluit panjang dibunyikan.
PERSIB Tetap di Puncak Klasemen
Kemenangan 2-1 ini membuat PERSIB Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara Super League 2025/26 dengan koleksi 75 poin dari 32 pertandingan. Sementara itu, kekalahan ini sekaligus menutup peluang Persija Jakarta untuk bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini.

COMMENTS