Persija vs Persib resmi digelar di Samarinda. Simak kronologi lengkap batalnya laga di GBK hingga dipindahkan ke Stadion Segiri.
Padahal, sejak awal, laga ini sangat dinantikan oleh suporter Persija, The Jakmania, yang berharap tim kesayangannya bisa kembali menjamu rival abadinya di ibu kota.
Terakhir Digelar di GBK Tahun 2019
Jika menilik ke belakang, terakhir kali Persija menjamu Persib di Jakarta terjadi pada Juli 2019 dalam ajang Liga 1 di Stadion Gelora Bung Karno. Sejak saat itu, setiap rencana laga kandang Persija kontra Persib selalu menemui berbagai kendala.
Untuk pertandingan kali ini, harapan publik sempat mengarah ke GBK. Namun, lebih dari sepekan sebelum laga, mulai beredar kabar bahwa stadion tersebut berpotensi tidak bisa digunakan.
Isu Perawatan Rumput hingga Bantahan PSSI
Isu yang berkembang menyebutkan bahwa kondisi rumput GBK sedang dijaga untuk kepentingan pertandingan Timnas Indonesia pada agenda FIFA Matchday Juni mendatang. Hal ini memicu spekulasi bahwa PSSI tidak memberikan izin penggunaan stadion.
Namun, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi langsung membantah kabar tersebut.
"Silakan, tidak ada masalah GBK digunakan untuk menggelar pertandingan-pertandingan Super League, termasuk Persija vs Persib," ujar Yunus Nusi pada Senin (4/5).
"Bagi PSSI, lapangan atau rumput saat ini juga masih dalam keadaan yang baik, bahkan bagi kami sangat baik, karena beberapa waktu yang lalu digunakan oleh Timnas," ucap Yunus Nusi.
Izin Polisi Berubah di Detik-Detik Akhir
Situasi sempat terlihat kondusif hingga lima hari sebelum pertandingan. Pihak kepolisian dan PSSI sebelumnya telah memberikan lampu hijau untuk penyelenggaraan laga di GBK.
Namun, keputusan berubah drastis pada H-4 pertandingan. Pihak kepolisian membatalkan izin dengan alasan keamanan, mengingat padatnya agenda di bulan Mei di Jakarta.
Keputusan ini disampaikan oleh Direktur I.League Ferry Paulus.
"Hari ini kami baru saja diterima oleh pihak kepolisian untuk memberikan solusi terkait penyelenggaraan pertandingan antara Persija vs Persib yang sedianya digelar pada tanggal 10 di Gelora Bung Karno," kata Ferry Paulus.
"Seperti yang teman-teman ketahui, bulan Mei merupakan bulan dengan banyak agenda, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal di luar kepentingan atau kondisi yang diharapkan. Karena Jakarta merupakan kota metropolitan, kami telah mencoba mencari berbagai alternatif lokasi, termasuk di sejumlah stadion lain di Pulau Jawa. Namun, situasinya dinilai belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan tersebut," lanjutnya.
Surabaya dan Bali Sempat Jadi Opsi
Dari sisi panitia pelaksana, Panpel Persija Ferry Indrasjarief mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan beberapa kota sebagai alternatif, termasuk Surabaya dan Bali.
"Dengan pertimbangan saya untuk kepentingan tim, karena kalau Surabaya dekat dengan bandara, saya pikir saya akan pilih Surabaya dan kemudian saya berkoordinasi di sana. Ketika kita sudah koordinasi di sana ternyata di sana semuanya siap, Panpel bahkan pihak Persebaya dan Bonek juga siap membantu. Tetapi ternyata kita hanya boleh menggelar di sana tanpa penonton," ungkap pria yang akrab disapa Bung Ferry.
"Setelah saya komunikasi dengan liga, ternyata memang kalau kita masih di Pulau Jawa itu semuanya tanpa penonton, tidak akan mendapatkan izin dengan penonton. Kemudian kita coba ada usulan di Bali, tapi Bali jelas tidak bisa karena pada tanggal 11 mereka bertanding dan tanggal 10 mereka sudah ada Official Training," imbuhnya.
Samarinda Jadi Solusi Akhir
Setelah opsi di Pulau Jawa dan Bali tidak memungkinkan, Persija akhirnya mengajukan permohonan ke Borneo FC untuk menggunakan Stadion Segiri di Samarinda.
Respons positif pun datang dari pihak tuan rumah. Kepolisian setempat memberikan izin pertandingan digelar dengan kehadiran penonton.
Dengan demikian, laga Persija vs Persib resmi dipindahkan ke Samarinda, dengan jadwal kickoff tetap pada pukul 15.30 WIB, Minggu, 10 Mei 2026.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri ketidakpastian panjang terkait venue salah satu pertandingan paling dinanti di sepak bola Indonesia tersebut.

COMMENTS