CIANJUR – Minat masyarakat untuk berwisata ke Waduk Jangari , Kabupaten Cianjur , menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Dinas Kebud...
Berdasarkan data Disbudpar Cianjur, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 8.304 orang. Sementara pada periode Januari hingga Juni 2026, angka tersebut meningkat menjadi 10.658 pengunjung.
Kepala Disbudpar Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata, khususnya destinasi wisata air di wilayah timur Kabupaten Cianjur.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan tren tersebut, pihaknya terus mengoptimalkan promosi melalui berbagai platform media sosial resmi milik dinas. Selain itu, kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata, termasuk sektor perhotelan, juga terus diperkuat agar semakin banyak wisatawan yang tertarik berkunjung.
"Melihat angka kunjungan tahun lalu dengan tahun ini ada peningkatan sekitar 2.000 orang, diperkirakan angka kunjungan akan terus meningkat terutama wisatawan lokal dan mancanegara asal Timur Tengah," katanya.
Menurut Yudha, biaya masuk ke kawasan wisata Waduk Jangari yang hanya sebesar Rp5.000 per orang menjadi salah satu faktor yang membuat destinasi tersebut diminati berbagai kalangan. Peningkatan jumlah wisatawan biasanya terjadi saat libur akhir pekan, musim libur sekolah, maupun hari libur nasional.
Disbudpar juga telah berupaya menambah sejumlah fasilitas pendukung guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Namun, proses penataan kawasan masih memiliki keterbatasan karena sebagian besar area berada di bawah kewenangan Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC).
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pemeliharaan akses jalan menuju kawasan wisata kepada instansi terkait. Di sisi lain, pemerintah desa dan kecamatan didorong untuk mengajukan kebutuhan pembangunan infrastruktur melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar kawasan wisata Jangari semakin tertata.
Meski data resmi menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengunjung, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku wisata di lapangan.
Salah seorang juru mudi perahu di Waduk Jangari, Yayat (34), mengaku jumlah wisatawan yang menggunakan jasa perahu justru mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Karena sepi dari 30 orang pengemudi perahu yang selama ini mengandalkan hidup dari wisatawan yang menyewa perahu saat ini hanya tersisa 10 orang yang masih beroperasi," katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kawasan wisata tersebut, mulai dari memperbaiki akses jalan, mempercantik penataan kawasan, hingga menangani persoalan sampah dan eceng gondok yang dinilai menghambat aktivitas wisata perahu.
Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik serta penataan kawasan yang berkelanjutan, Waduk Jangari diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Cianjur yang semakin diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.

COMMENTS