CIANJUR – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Cianjur . Salah satunya melalui pemanf...
CIANJUR – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Cianjur. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan non baku sawah (Non LBS) yang dikelola bersama kelompok tani untuk meningkatkan produksi pertanian di wilayah pedesaan.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Polsek Sindangbarang Polres Cianjur melalui kegiatan panen jagung hibrida yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan) Mitra Bahari di Kampung Bunisari RT 002/RW 004, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Selasa (9/6/2026).
Panen dilakukan di atas lahan seluas 10.000 meter persegi atau sekitar satu hektare yang sebelumnya ditanami jagung hibrida sejak 20 Desember 2025. Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 5 ton jagung pipil kering.
Kegiatan ini melibatkan 10 petani yang tergabung dalam Poktan Mitra Bahari di bawah kepemimpinan Ketua Kelompok Tani, Wibowo H. Selama proses budidaya, para petani mendapatkan pendampingan dari unsur kepolisian dan penyuluh pertanian guna memastikan produktivitas lahan tetap optimal.
Kapolsek Sindangbarang Iptu Dadang Arifin, S.H. mengatakan, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita panen jagung hibrida di lahan Non LBS. Hasilnya cukup optimal, sekitar 5 ton. Ini bukti sinergi Polri, PPL Pertanian, dan kelompok tani bisa meningkatkan produktivitas lahan serta kesejahteraan petani,” ujar Iptu Dadang.
Menurutnya, program pemanfaatan lahan non baku sawah memiliki potensi besar untuk mendukung ketersediaan pangan, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Cianjur yang memiliki sumber daya lahan cukup luas.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kanit Binmas Polsek Sindangbarang Andik Santoso, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi, Bripka Jajat Hermawan, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sindangbarang.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi menegaskan bahwa pendampingan kepada petani tidak hanya dilakukan saat proses penanaman, tetapi juga hingga pasca panen.
“Pendampingan terus dilakukan mulai dari penanaman hingga pasca panen agar petani tidak kesulitan memasarkan hasil,” kata Aipda Edi Lazuardi.
Program yang mengusung konsep “Polri Penggerak Ketahanan Pangan” tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi. Selain meningkatkan hasil pertanian, program ini juga menjadi salah satu langkah mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selama kegiatan panen berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan panen jagung hibrida ini menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Cianjur.

COMMENTS