Menelusuri sejarah Stadion Badak Putih Cianjur, markas Perkesit sejak 1953, kondisi terkini, dan harapan revitalisasi stadion bersejarah ini.
Stadion Tua yang Menjadi Saksi Perjalanan Olahraga Cianjur
Di tengah perkembangan Kota Cianjur yang terus berubah dari waktu ke waktu, Stadion Badak Putih masih berdiri sebagai salah satu saksi perjalanan olahraga daerah. Berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, stadion ini telah lama dikenal masyarakat sebagai pusat kegiatan sepak bola dan berbagai aktivitas olahraga lainnya.
Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an, 1990-an, hingga awal 2000-an, Stadion Badak Putih bukan sekadar lapangan sepak bola. Tempat ini menjadi ruang berkumpul masyarakat, lokasi berbagai kompetisi olahraga, sekaligus markas klub kebanggaan daerah, Perkesit Cianjur.
Meski kini usianya telah mencapai lebih dari tujuh dekade, Stadion Badak Putih masih menyimpan nilai sejarah yang penting dalam perkembangan olahraga Kabupaten Cianjur.
Jejak Sejarah Sejak Era Awal Kemerdekaan
Berdasarkan berbagai sumber yang tersedia, Stadion Badak Putih mulai digunakan sekitar tahun 1953. Tahun tersebut juga bertepatan dengan berdirinya Perkesit Cianjur atau Persatoean Kesebelasan Indonesia Tjianjoer, salah satu klub sepak bola tertua di Kabupaten Cianjur.
Pada masa itu, sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer di berbagai daerah Indonesia. Banyak kabupaten dan kota mulai membangun lapangan maupun stadion sebagai sarana pembinaan atlet dan kegiatan masyarakat.
Di Cianjur, Stadion Badak Putih kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan sepak bola daerah. Berbagai pertandingan lokal, kompetisi pelajar, hingga turnamen antarwilayah pernah digelar di stadion ini.
Keberadaan stadion tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga daerah, khususnya sepak bola.

Rumah Besar Perkesit Cianjur
Nama Stadion Badak Putih tidak dapat dipisahkan dari Perkesit Cianjur.
Klub yang berdiri pada tahun 1953 tersebut telah menjadi representasi sepak bola Kabupaten Cianjur selama puluhan tahun. Stadion Badak Putih menjadi markas utama tim dalam menjalani berbagai kompetisi resmi.
Dari lapangan inilah banyak pemain muda Cianjur memulai perjalanan mereka di dunia sepak bola. Stadion ini menjadi tempat latihan, seleksi pemain, hingga pertandingan resmi yang membawa nama Kabupaten Cianjur ke tingkat regional maupun nasional.
Dalam perjalanannya, Perkesit mengalami berbagai dinamika, mulai dari masa kompetitif hingga periode yang penuh tantangan. Namun klub ini tetap bertahan sebagai bagian dari identitas olahraga daerah.
Salah satu pencapaian yang mendapat perhatian publik terjadi ketika Perkesit berhasil menjadi juara Liga 3 Seri 2 Jawa Barat tahun 2023. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa potensi sepak bola Cianjur masih terus hidup dan berkembang.
Kondisi Stadion Saat Ini
Seiring bertambahnya usia bangunan, berbagai fasilitas Stadion Badak Putih mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kondisi.
Berdasarkan pengamatan lapangan dan dokumentasi terbaru, sejumlah bagian stadion tampak memerlukan perbaikan. Papan skor stadion terlihat tidak lagi berfungsi optimal dan mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Sejumlah struktur pendukung juga memperlihatkan kondisi yang menua akibat faktor usia dan cuaca.
Pada area pintu masuk stadion, tampak beberapa fasilitas yang memerlukan penataan ulang agar kembali merepresentasikan stadion sebagai salah satu ikon olahraga daerah.
Meski demikian, lapangan utama masih digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga masyarakat dan kegiatan sepak bola lokal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Stadion Badak Putih masih memiliki fungsi sosial dan olahraga, meskipun membutuhkan peningkatan fasilitas agar lebih layak digunakan dalam jangka panjang.
Sorotan dan Harapan Masyarakat
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi Stadion Badak Putih beberapa kali menjadi sorotan masyarakat, pemerhati olahraga, hingga anggota DPRD Kabupaten Cianjur.
Banyak pihak menilai stadion ini memiliki nilai historis yang penting sehingga keberadaannya perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Selain sebagai sarana olahraga, Stadion Badak Putih juga dianggap sebagai aset daerah yang dapat mendukung berbagai kegiatan masyarakat apabila dikelola secara optimal.
Karena itu, muncul berbagai usulan revitalisasi untuk mengembalikan fungsi stadion sebagai pusat olahraga yang representatif.
Potensi Revitalisasi
Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam beberapa kesempatan telah menyampaikan rencana perbaikan dan penataan Stadion Badak Putih secara bertahap.
Revitalisasi yang diharapkan tidak hanya mencakup perbaikan lapangan, tetapi juga peningkatan fasilitas pendukung seperti tribun penonton, ruang ganti pemain, sistem penerangan, area parkir, hingga sarana penunjang lainnya.
Dengan lokasi yang berada di pusat kota, Stadion Badak Putih memiliki nilai strategis yang tinggi. Jika revitalisasi dapat terlaksana dengan baik, stadion ini berpotensi menjadi pusat aktivitas olahraga modern sekaligus ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keberadaan stadion yang lebih representatif juga dapat mendukung pembinaan atlet muda dan penyelenggaraan kompetisi olahraga yang lebih berkualitas.
Menjaga Warisan Olahraga Daerah
Setiap daerah memiliki bangunan yang menjadi bagian dari identitasnya. Bagi masyarakat Cianjur, Stadion Badak Putih merupakan salah satu di antaranya.
Lebih dari sekadar lapangan sepak bola, stadion ini menyimpan sejarah panjang tentang perkembangan olahraga daerah, perjalanan Perkesit Cianjur, dan berbagai aktivitas masyarakat yang pernah berlangsung di dalamnya.
Meski saat ini membutuhkan perhatian dan perbaikan, keberadaan Stadion Badak Putih tetap memiliki arti penting bagi masyarakat.
Dengan usia yang telah melampaui tujuh dekade, stadion ini tidak hanya menjadi saksi masa lalu, tetapi juga menyimpan harapan untuk masa depan olahraga Kabupaten Cianjur.
Apakah Stadion Badak Putih akan kembali bangkit dan menjadi pusat olahraga kebanggaan masyarakat seperti dahulu?
Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, sejarah panjang yang dimilikinya menjadikan stadion ini layak untuk terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


COMMENTS