Kebakaran gereja di Bojongmeron, Cianjur, Minggu sore diduga dipicu korsleting AC. Dua bangunan terbakar dan tidak ada korban.
Peristiwa terjadi di lantai dua bangunan gereja saat pengurus melakukan persiapan untuk kegiatan ibadah. Sebelum api membesar, sejumlah pengurus sempat mencium aroma hangus ketika AC dinyalakan.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho mengatakan, pengurus kemudian mematikan perangkat tersebut setelah mencium bau gosong.
"Setelah bau gosong tercium, pengurus Gereja mematikan AC yang awalnya dinyalakan untuk kegiatan ibadah rutin," ujar Alexander.
Api Muncul Saat AC Kembali Dinyalakan
Situasi sempat dinilai aman hingga sekitar pukul 16.10 WIB. Saat perangkat kembali dinyalakan, tiba-tiba terdengar letupan yang disertai percikan api dari unit AC.
Percikan tersebut kemudian menyambar karpet yang berada di bawah mimbar utama. Api selanjutnya membesar dan meluas hingga membakar lantai dua bangunan gereja.
"Api tersebut menyambar ke karpet di bawah mimbar utama. Kemudian api membesar hingga membakar lantai 2 bangunan gereja," kata Alexander.
Empat pengurus yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri. Menurut Kapolres Cianjur, saat kejadian belum ada jemaat yang datang sehingga tidak terdapat korban dari kalangan jemaat.
"Pada saat kejadian belum ada jemaat Gereja yang datang ke lokasi, hanya terdapat 4 orang pengurus Gereja," katanya.
Enam Mobil Damkar Dikerahkan
Proses pemadaman melibatkan enam unit mobil pemadam kebakaran. Petugas juga mendapat bantuan dari dua unit water cannon milik Polres Cianjur.
Setelah penanganan berlangsung selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman.
"Sekitar pukul 19.00 WIB, api sudah berhasil dipadamkan. Tapi petugas tetap melakukan pendinginan. Total bangunan yang terbakar ada dua bangunan, tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitarnya," ujar Alexander.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran
Kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada gangguan instalasi listrik, khususnya korsleting pada unit AC.
Meski demikian, polisi belum menetapkan penyebab tunggal kebakaran sebelum proses pemeriksaan selesai.
"Kami masih dalami penyebab pastinya. Untuk sementara diduga akibat korsleting," kata Alexander.
Hingga proses penanganan dan pemeriksaan berlangsung, kebakaran tersebut diketahui menghanguskan dua bangunan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Tidak ada jemaat yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

COMMENTS