Masker sulit dicari di Cianjur setelah abu vulkanik turun. Stok apotek habis dan harga masker mulai naik, sementara Polres bagikan gratis.
Berdasarkan laporan detikJabar pada Senin (7/9/2026), abu vulkanik masih terlihat di sejumlah wilayah Cianjur. Abu menutupi halaman rumah, kendaraan, hingga jalan umum. Kondisi tersebut membuat warga yang harus beraktivitas di luar rumah memilih menggunakan masker.
Firman (35), warga Cianjur, mengatakan dirinya kesulitan memperoleh masker meski harus tetap bekerja dan mengendarai sepeda motor setiap hari.
"Setiap hari harus kerja dan saya mengendarai sepeda motor. Untuk menghindari abu masuk pernafasan rencananya pakai masker, tetapi nyari ke beberapa apotek habis stoknya," ujar dia, Senin (7/9/2026).
Kesulitan serupa dialami Alpin (16), seorang pelajar SMK. Ia mengatakan sekolahnya mewajibkan siswa menggunakan masker saat mengikuti kegiatan belajar.
"Kemarin malam diumumkan wajib pakai masker ke sekolah. Malam nyari-nyari masker ke apotek tapi habis. Ini juga jadinya terpaksa beli ke toko swalayan yang harganya cukup mahal untuk pelajar," kata dia.
Stok masker di apotek habis
Tina, pemilik apotek, menyebut permintaan masker meningkat sejak abu vulkanik mulai masuk ke Cianjur pada Minggu (6/9/2026).
Menurut Tina, stok yang sebelumnya tersedia langsung habis dibeli warga. Ia menyebut apoteknya memiliki 40 dus masker yang seluruhnya terjual.
"Jadi kemarin langsung ludes. Saya stok 40 dus, dibeli semuanya. Sekarang stok kosong," kata dia.
Kondisi tersebut juga diikuti kenaikan harga. Tina mengatakan harga masker yang sebelumnya Rp25 ribu per dus kini berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per dus.
"Beli online pun ditolak, kebanyakan jadi dijual langsung dengan harga yang naik. Makanya sekarang stok susah, harga jadi naik," kata dia.
Polres Cianjur bagikan masker gratis
Di tengah meningkatnya kebutuhan masker, Polres Cianjur turut membagikan masker secara gratis kepada warga, terutama mereka yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho mengatakan pembagian masker dilakukan karena warga membutuhkan perlindungan saat abu vulkanik turun.
"Seperti yang kita ketahui abu vulkanik mulai turun ke Cianjur sejak kemarin. Jika terhirup dapat berdampak pada kesehatan. Sedangkan masker mulai sulit dicari, sehingga kami bagikan masker gratis pada warga, terutama pengendara yang beraktivitas di luar rumah," kata dia.
Sebanyak 2.000 buah masker disiapkan untuk dibagikan kepada warga Cianjur. Pembagian tersebut telah dilakukan petugas di jalan sejak Senin (7/9/2026).
"Sejak kemarin sudah mulai dibagikan masker di jalan oleh petugas. Jika memang kebutuhan terus meningkat, kami akan upayakan terus membagikan secara gratis pada warga, supaya terhindar dari dampak kesehatan lantaran menghirup abu vulkanik," kata dia.
Keterangan mengenai abu vulkanik, kondisi stok dan harga masker dalam artikel ini disampaikan berdasarkan bahan informasi yang diberikan, termasuk keterangan warga, pemilik apotek, dan Kapolres Cianjur.
.png)
COMMENTS