Rencana tersebut tertuang dalam infografis resmi yang dirilis Diskominfo Jabar dan Humas Jabar, bersumber dari Bappeda Jawa Barat, dengan tanggal produksi 3 Desember 2025.
Pembangunan ruas jalan tol ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, termasuk kawasan industri, pariwisata, dan pelabuhan strategis.
Sejalan dengan rencana tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan target pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Barat yang terintegrasi. Ia menargetkan pada 2027 seluruh jaringan jalan, baik jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga jalan desa, dapat terkoneksi dengan baik dan berada dalam kondisi mulus.
“Target saya di 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus dan nanti itu melahirkan sirkulasi ekonomi,” ujar Dedi Mulyadi.
Berdasarkan data yang dirilis, pemerintah pusat memiliki sembilan ruas jalan tol di wilayah Provinsi Jawa Barat yang direncanakan dibangun dan beroperasi pada periode 2025–2029, dengan rincian sebagai berikut:
- Ruas Cikunir–Karawaci (Elevated) sepanjang 40,00 kilometer, dengan indikasi biaya investasi sekitar Rp26,15 triliun, dijadwalkan konstruksi pada 2027–2029.
- Ruas Bogor–Serpong via Parung (JORR III) sepanjang 32,03 kilometer, dengan nilai investasi Rp12,352 triliun, direncanakan dibangun pada 2025–2027.
- Ruas Sentul Selatan–Karawang Barat (JORR III) sepanjang 33,62 kilometer, dengan investasi mencapai Rp33,338 triliun, dijadwalkan konstruksi pada 2025–2028.
- Ruas Sukabumi–Ciranjang sepanjang 28,80 kilometer, dengan estimasi investasi Rp9,405 triliun, direncanakan dibangun pada 2027–2029.
- Ruas Ciranjang–Padalarang sepanjang 27,80 kilometer, dengan nilai investasi Rp7,792 triliun, dijadwalkan konstruksi pada 2027–2029.
- Ruas Gedebage–Tasikmalaya–Ciamis, khususnya segmen Gedebage–Nagreg, memiliki panjang 45,21 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp34,19 triliun, dan direncanakan dibangun pada 2025–2029.
- Ruas Akses Patimban Extend sepanjang 22,69 kilometer, dengan indikasi biaya investasi Rp5,47 triliun, dijadwalkan konstruksi pada 2026–2028.
- Ruas Caringin–Cisarua sepanjang 18,41 kilometer, dengan nilai investasi Rp8,083 triliun, direncanakan dibangun pada 2026–2028.
- Ruas Bandung Inter Urban Toll Road sepanjang 18,10 kilometer, dengan estimasi investasi Rp10,113 triliun, dijadwalkan konstruksi pada 2028–2029.
Pembangunan sembilan ruas jalan tol tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas regional, memangkas waktu tempuh antardaerah, serta memperlancar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat Jawa Barat secara lebih merata.
