-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bocah 11 Tahun di Pasirkuda Cianjur Meninggal Tertimpa Tower Roboh Akibat Angin Kencang

Senin, 26 Januari 2026 | 13.03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T06:48:25Z
Ilustrasi Tower Telekomunikasi. (Foto: Istimewa)


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat seorang anak laki-laki berinisial MRP (11), warga Kampung Cipicung, Desa Girimukti, Kecamatan Pasirkuda, meninggal dunia setelah tertimpa tower telekomunikasi yang roboh akibat angin kencang, Sabtu.

Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi mengatakan, tower milik salah satu provider telepon seluler tersebut roboh dan menimpa korban yang saat kejadian berada di sekitar lokasi. Selain menelan korban jiwa, peristiwa itu juga mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan sedang pada bagian atap sehingga penghuninya terpaksa mengungsi.

"Cuaca ekstrem dengan angin kencang melanda Kecamatan Pasirkuda sejak pagi hingga petang, menyebabkan tower roboh menimpa seorang anak laki-laki yang sedang bermain di bawahnya hingga tewas di tempat dan dua rumah rusak," kata Iwan di Cianjur, Sabtu.

Iwan menjelaskan, korban sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk keperluan visum sebelum dimakamkan di pemakaman umum yang lokasinya tidak jauh dari rumah orang tuanya. Sementara itu, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab robohnya tower tersebut.

Selain kejadian di Pasirkuda, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon dan tiang listrik tumbang di jalur selatan Cianjur. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dari arah Cianjur menuju wilayah selatan dan sebaliknya.

"Petugas mendata pohon tumbang dan tiang listrik yang ambruk menutup jalan utama di wilayah selatan terjadi di Kecamatan Pagelaran, Tanggeung dan Sindangbarang, saat ini penanganan masih berjalan agar akses dapat dilalui normal," ujarnya.

BPBD Cianjur mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan yang disertai angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Februari.

Sementara itu, Kapolsek Tanggeung AKP Dedi Suryaman membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan korban telah dimakamkan pada Sabtu petang.

"Bocah yang tewas akibat tertimpa tower yang roboh mengalami luka serius dan telah dimakamkan pada Sabtu petang," kata Dedi.

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab robohnya tower milik provider telepon seluler tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti robohnya tower tersebut, dimana hasil olah TKP tali sling penahan dan penopang tower putus sehingga tower mudah roboh," katanya.

Hingga saat ini, aparat terkait bersama BPBD masih melakukan penanganan dampak bencana dan pendataan lanjutan di sejumlah wilayah terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Cianjur.
×
Berita Terbaru Update